kursor

Blue Fire Pointer 

Saturday, November 11, 2017

Pengaruh perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia - Agus Priantono NC



A.    Pengaruh perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.
Perkembangan ideologi kerap kali dikaitkan dengan perkembangan kehidupan politik suatu negara karena keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi. Kali ini pada sub bab ini akan kami bahas apa pengaruh dari perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi pada negara indonesia. 
Nah kami akan menjelaskan perspektif atau pendapat kami tentang ideologi mengenai politik sebab jurusan kami adalah ilmu adminitrasi negara. Ideologi mulai berkembang sekitar tahun 1950 an ketika ideologi mulai terlihat mencolok sebagai ideologi sebuah partai. Terdapat lima aliran dalam pemikiran politik yang terkait dengan adanya epat partai politik yaitu nasionalisme radikal.
Pada masa demokrasi terpimpin terdapat koalisi partai yang disebut dengan NASAKOM yang terdiri dari nasionalis, agama dan komunis. Koalisi tersebut di tentang oleh partai lain yang berideologikan sosialis dan tradisionalis jawa. Ideologi komunis saat itu lebih besar pengaruhnya karena banyak mengambil konsep dari barat dan menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Sedangkan ideologi nasionalisme radikal dapat memeprsatukan rakyat karena konsep persatuan yang dijunjung tinggi. Ideologi tradisionalisme jawa yang tidak banyak diketahui, pada kenyataannya juga memiliki peran penting dan berpengaruh dalam perkembangan ideologi di Indonesia.
            Adanya sifat ideologis dalam politik Indonesia memiliki keterkaitan pula dengan sifat khas Indonesia. Pertama adalah pemikiran yang bersifat moralis, yaitu cenederung menyoroti kekuatan dan kelemahan moralitas dalma pemikiran politiknya. Kedua adalah pemikir-pemikir politik cenderung untuk tidak melihat fakta bahwa masyarakat terbagi dalam beberapa golongan yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Terakhir adalah pemikiran politik Indonesia umumnya bersifat optimis. Sifat khas tersebut merupakan unsur-unsur yang dimiliki oleh Indonesia untuk menentukan ideologi-ideologi dan bertahan dengan ideologi tersebut dan terserap didalamnya.
1.    Ideologi utama
Yang banyak berkembang dan mempengaruhi masyarakat juga kegiatan politik Indonesia. Ketiga paham tersebut adalah Nasionalisme, Islamisme, dan Komunisme. Dalam perkembangannya di Indonesia, ketiga paham ini cenderung berdiri sendiri bahkan saling tidak menerima keberadaan paham lainnya. Masyarakat yang berpaham Nasionalisme, cenderung menolak Islamisme dan Komunsime. Alasannya adalah Islamisme dianggap melebihi kebangsaan dan melebihi batas negara dan juga dianggap sebagai rintangan untuk geraknya Nasionalisme. Padalah sejatinya jika Nasionalisme mau bekerja sama dengan Islamisme maka Nasionalisme dapat diperkuat. Terlebih dengan melihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Begitu pula dengan Komunisme, yang dianggap musuh oleh Nasionalisme. Nasionalisme tidak menyetujui paham komunis yang memiliki pendapat bahwa “kaum buruh tidak memiliki tanah air”.
Pada dasarnya permusuhan yang timbul dari ketiga paham tersebut, lahir dan diciptakan sendiri dari masing-masing individu penganut paham tersebut sehingga masyarakat tergolongkan ke kelompok-kelompok kecil, lebih lagi saat mulai mengenal paham yang dibawa dari luar, seperti Marxisme yang menitik beratkan pada permasalahan ekonomi. Tentunya dengan mengesampingkan kritikan-kritikan juga kelemahan masing-masing ideologi, dan hanya mengambil yang dirasa cocok dijalankan untuk negara ini. Paham-paham inilah yang kemudian mempengaruhi terbentuknya ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Bangsa Indonesia menginginkan sebuah ideologi yang mencerminkan identitas bangsa. Oleh karena itu, Pancasila dibuat sebagai dasar negara sekaligus ideologi yang memuat cita-cita bangsa. Di dalamnya juga memuat nilai-nilai yang dari ketiga paham tersebut. Seperti sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai representasi bahwa bangsa adalah bangsa yang berketuhanan, seperti halnya Islamisme. Hanya saja karena bangsa ini adalah bangsa yang heterogen, jadi tidak adil rasanya jika hanya mengatasnamakan satu agama. Lalu sila ketiga yaitu persatuan Indonesia, mencerminkan bahwa bangsa ini memiliki Nasionalisme. Sedangkan sila kelima yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, didalamnya terkandung nilai yang mirip dengan paham Marxisme. Yaitu bahwa kesejahteraan rakyat harus diutamakan tanpa membeda-bedakan golongan.


2.    Pandangan terhadap budaya barat dan teknologi.
Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju, pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.
Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi yang sangat luar biasa.


§  Kesimpulan pada sub bab atau pembahasaan ini ialah pengaruh ideologi luar atau ideologi dunia terhadap cara pandang atau ideologi di indonesia sangat erat. Dimana cara pandang sosialiti budaya luar berkembang pesat mempengaruhi cara pandang di indonesia. Bahkan ideologi di indonesia bisa jadi di lupakan para kamum nuda mudi jaman ini.