A. Pengaruh
perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.
Perkembangan
ideologi kerap kali dikaitkan dengan perkembangan kehidupan politik suatu
negara karena keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi. Kali ini pada sub
bab ini akan kami bahas apa pengaruh dari perkembangan ideologi dunia terhadap
perkembangan ideologi pada negara indonesia.
Nah
kami akan menjelaskan perspektif atau pendapat kami tentang ideologi mengenai
politik sebab jurusan kami adalah ilmu adminitrasi negara. Ideologi mulai
berkembang sekitar tahun 1950 an ketika ideologi mulai terlihat mencolok
sebagai ideologi sebuah partai. Terdapat lima aliran dalam pemikiran politik
yang terkait dengan adanya epat partai politik yaitu nasionalisme radikal.
Pada
masa demokrasi terpimpin terdapat koalisi partai yang disebut dengan NASAKOM
yang terdiri dari nasionalis, agama dan komunis. Koalisi tersebut di tentang
oleh partai lain yang berideologikan sosialis dan tradisionalis jawa. Ideologi
komunis saat itu lebih besar pengaruhnya karena banyak mengambil konsep dari
barat dan menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Sedangkan ideologi
nasionalisme radikal dapat memeprsatukan rakyat karena konsep persatuan yang
dijunjung tinggi. Ideologi tradisionalisme jawa yang tidak banyak diketahui,
pada kenyataannya juga memiliki peran penting dan berpengaruh dalam
perkembangan ideologi di Indonesia.
Adanya
sifat ideologis dalam politik Indonesia memiliki keterkaitan pula dengan sifat
khas Indonesia. Pertama adalah pemikiran yang bersifat moralis, yaitu
cenederung menyoroti kekuatan dan kelemahan moralitas dalma pemikiran
politiknya. Kedua adalah pemikir-pemikir politik cenderung untuk tidak melihat
fakta bahwa masyarakat terbagi dalam beberapa golongan yang memiliki
kepentingan yang berbeda-beda. Terakhir adalah pemikiran politik Indonesia
umumnya bersifat optimis. Sifat khas tersebut merupakan unsur-unsur yang
dimiliki oleh Indonesia untuk menentukan ideologi-ideologi dan bertahan dengan
ideologi tersebut dan terserap didalamnya.
1. Ideologi
utama
Yang
banyak berkembang dan mempengaruhi masyarakat juga kegiatan politik Indonesia.
Ketiga paham tersebut adalah Nasionalisme, Islamisme, dan Komunisme. Dalam
perkembangannya di Indonesia, ketiga paham ini cenderung berdiri sendiri bahkan
saling tidak menerima keberadaan paham lainnya. Masyarakat yang berpaham
Nasionalisme, cenderung menolak Islamisme dan Komunsime. Alasannya adalah
Islamisme dianggap melebihi kebangsaan dan melebihi batas negara dan juga
dianggap sebagai rintangan untuk geraknya Nasionalisme. Padalah sejatinya jika
Nasionalisme mau bekerja sama dengan Islamisme maka Nasionalisme dapat
diperkuat. Terlebih dengan melihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama
Islam. Begitu pula dengan Komunisme, yang dianggap musuh oleh Nasionalisme.
Nasionalisme tidak menyetujui paham komunis yang memiliki pendapat bahwa “kaum
buruh tidak memiliki tanah air”.
Pada
dasarnya permusuhan yang timbul dari ketiga paham tersebut, lahir dan
diciptakan sendiri dari masing-masing individu penganut paham tersebut sehingga
masyarakat tergolongkan ke kelompok-kelompok kecil, lebih lagi saat mulai
mengenal paham yang dibawa dari luar, seperti Marxisme yang menitik beratkan
pada permasalahan ekonomi. Tentunya dengan mengesampingkan kritikan-kritikan
juga kelemahan masing-masing ideologi, dan hanya mengambil yang dirasa cocok
dijalankan untuk negara ini. Paham-paham inilah yang kemudian mempengaruhi
terbentuknya ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Bangsa
Indonesia menginginkan sebuah ideologi yang mencerminkan identitas bangsa. Oleh
karena itu, Pancasila dibuat sebagai dasar negara sekaligus ideologi yang
memuat cita-cita bangsa. Di dalamnya juga memuat nilai-nilai yang dari ketiga
paham tersebut. Seperti sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai
representasi bahwa bangsa adalah bangsa yang berketuhanan, seperti halnya
Islamisme. Hanya saja karena bangsa ini adalah bangsa yang heterogen, jadi
tidak adil rasanya jika hanya mengatasnamakan satu agama. Lalu sila ketiga
yaitu persatuan Indonesia, mencerminkan bahwa bangsa ini memiliki Nasionalisme.
Sedangkan sila kelima yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
didalamnya terkandung nilai yang mirip dengan paham Marxisme. Yaitu bahwa
kesejahteraan rakyat harus diutamakan tanpa membeda-bedakan golongan.
2.
Pandangan
terhadap budaya barat dan teknologi.
Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek.
Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia.
Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini.
Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu
berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah
satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh
tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Begitu
cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan
budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu
menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi
ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan
secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat
menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan
nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh
satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju,
pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi
peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.
Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan
asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya
pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis
kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat
dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami
degradasi yang sangat luar biasa.
§ Kesimpulan pada sub bab atau pembahasaan ini ialah
pengaruh ideologi luar atau ideologi dunia terhadap cara pandang atau ideologi
di indonesia sangat erat. Dimana cara pandang sosialiti budaya luar berkembang
pesat mempengaruhi cara pandang di indonesia. Bahkan ideologi di indonesia bisa
jadi di lupakan para kamum nuda mudi jaman ini.