A. Perkembangan
Ideologi Dunia.
Istilah ideologi dunia mulai banyak digunakan
bersamaan dengan perkembangan pemikiran Karl Marx yang dijadikan sebagai
ideologi beberapa negara pada abad ke-18. Namun sesungguhnya konsepsi ideologi
sebagai cara pandang atau sistem berpikir suatu bangsa berdasarkan nilai dan prinsip
dasar tertentu telah ada sebelum kelahiran Marx sendiri. Bahkan awal dan inti
dari ajaran Marx adalah kritik dan gugatan terhadap sistem dan struktur sosial
yang eksploitatif berdasarkan ideologi kapitalis.
Pemikiran Karl Marx kemudian dikembangkan oleh Engels
dan Lenin kemudian disebut sebagai ideologi sosialisme-komunisme. Sosialisme
lebih pada sistem ekonomi yang mengutamakan kolektivisme dengan titik ekstrem
menghapuskan hak milik pribadi, sedangkan komunisme menunjuk pada sistem
politik yang juga mengutamakan hak-hak komunal, bukan hak-hak sipil dan politik
individu. Ideologi tersebut berhadapan dengan ideologi liberalisme-kapitalis
yang menekankan pada individualisme baik dari sisi politik maupun ekonomi.
Kedua ideologi besar tersebut menjadi ideologi utama
negara-negara dunia pasca perang dunia kedua hingga berakhirnya era perang
dingin. Walaupun demikian baik komunisme maupun kapitalisme memiliki warna yang
berbeda-beda dalam penerapannya di tiap wilayah. Ideologi selalu menyesuaikan
dengan medan pengalaman dari suatu bangsa dan masyarakat. Komunisme Uni Soviet
berbeda dengan komunisme di Yugoslavia, Cina, Korea Utara, dan beberapa negara
Amerika Latin. Demikian pula dengan kapitalisme yang memiliki perbedaan antara
yang berkembang di Eropa Barat, Amerika Serikat, dan Asia.Dalam perkembangannya
di dunia dapat kita temukan 6 prinsip dasar ideologi. Satu sama lain dari
ke-enam prinsip-prinsip itu mempunyai ciri, keunggulan dan kekurangan
tersendiri untuk diterapkan dalam suatu kelompok hidup manusia atau suatu
negara.
a.
Macam-macam
ideologi dunia
Ada beberapa jenis ideologi yang terdapat di dunia saat ini, yaitu:
1. Liberalisme
Ideologi ini mengajarkan kebebasan yang mutlak bagi
setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia pada
dasarnya adalah baik. Schapiro menjelaskan serangkaian prinsip dari Liberalisme
yaitu : (1) keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap
tujuan yang diharapkan; (2) semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan
hukum yang dimaksudkan bagi kemerdekaan sipil; (3) tujuan utama dari setiap
pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keaman dari semua
warga negara; (4) adanya kebebasan berpikir dan berekspresi; (5) liberalisme
yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bisa ditemukan melalui kegiatan
berpikir menurut metode riset, eksperimen, dan verifikasi; (6) agama merupakan
hal yang harus ditoleransi; (7) liberalisme berpandangan dinamis mengenai
dunia, dan; (8) kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai
tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan.
2. Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang manusia yang harus memelihara kondisi yang
sudah ada serta menciptakan keadilan.
3. Komunisme
Ideologi ini mnegajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada hak
pribadi, karena semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai negara.
4. Marxisme
Ideologi ini mengajarkan dasar-dasar komunisme.
5. Feminisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan persamaan hak antara pria dan
wanita dengan cara pemerataan dan kesetaraan gender.
6. Sosialisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa manusia harus saling membantu, karena
manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
7. Fasisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa peran negara adalah mutlak karena negara
diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam
masyarakat.
8. Kapitalisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam
bidang perekonomian. Negara tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas
perekonomian yang dilakukan individu.
Kapitalisme terdiri atas 3 varian, yaitu Kapitalisme Pedagang, Kapitalisme
Produksi, dan Kapitalisme Finansial.
a.
Kapitalisme
Pedagang (Merchant Capitalism)
termasuk jenis Kapitalisme yang paling tua. Kapitalis (pelaku permodalan)
menginvestasikan hartanya untuk mencari barang yang langka dan memiliki
keuntungan jika diperdagangkan. Investasi tidak harus berupa uang, melainkan
dapat termasuk kendaraan, barang kebutuhan primer, barang berharga, dan
sejenisnya. Kapitalisme Pedagang menuntut pembukaan pasar yang nantinya akan
dilakukan monopoli atasnya.
b.
Kapitalisme
Produksi (Production Capitalism)
dilakukan oleh Kapitalis yang memiliki alat dan cara produksi. Bentuk yang
paling dikenal adalah “pabrik.” Pabrik digunakan untuk memproduksi barang
tertentu, untuk kemudian dipasarkan. Untuk memproduksi barang, pemilik pabrik
membutuhkan pekerja (labor). Labor ini sekaligus juga konsumen dari barang yang
mereka produksi. Barang yang dihasilkan ditukar dengan uang di “pasar”
(market). Keuntungan dari penjualan digunakan Kapitalis untuk diinvestasikan ke
dalam pabriknya, ataupun pada kegiatan lain. Uang, cara produksi, alat
produksi, pasar, profit, dan uang, adalah konsep-konsep kunci untuk
menganalisis Kapitalisme Produksi ini.
c.
Kapitalisme
Keuangan (Financial Capitalism)
merupakan bentuk terbaru dari Kapitalisme. Dalam Kapitalisme Keuangan, modal
diinvestasikan bukan ke dalam bentuk barang, tenaga kerja, atau pabrik. Uang
diinvestasikan ke dalam selisih uang. Komoditas produksi Kapitalisme Keuangan
adalah saham dan nilai tukar uang (valuta).
Pasar dalam kegiatan Kapitalisme Keuangan adalah “bursa efek.” Kapitalisme
Keuangan inilah yang kerap menciptakan devaluasi (penurunan) nilai mata uang
dunia.
9.
Demokrasi Ideologi ini mengajarkan bahwa kedaulatan pemerintah sepenuhnya ada di
tangan rakyat.
10. Neoliberalisme Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan kembali
kebebasan individu yang dikatikan dengan terjadinya pasar bebas di dunia
internasional.
No comments:
Post a Comment