BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Kata Ideologi pertama sekali diperkenalkan oleh filsuf
Prancis Destutt de Tracy pada tahun 1796. Kata ini berasal dari bahasa Prancis idéologie,
merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan dan logie
yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika
dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etimologinya,
sebagai "ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau
gagasan”.
Ideologi merupakan ide atau gagasan untuk
mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai
visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu secara umum atau
sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota
masyarakat. Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan
melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak
(tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik
sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap
pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai
sistem berpikir yang eksplisit.
Kepopuleran ideologi berkat pengaruh dari "moral
entrepreneurs", yang kadangkala bertindak dengan tujuan mereka sendiri.
Ideologi politik adalah badan dari ideal, prinsip, doktrin, mitologi atau
simbol dari gerakan sosial, institusi, kelas, atau grup besar yang memiliki
tujuan politik dan budaya yang sama. Merupakan dasar dari pemikiran politik
yang menggambarkan suatu partai politik dan kebijakannya.
Nah dari itu melihat dari arti dan maksud dari
ideologi tersebut tertarik sekali bagi kami untuk di bahas antara keterkaitan
ideologi dunia dimana seperti yang kita ketahui setiap negara atau daerah
tertentu menganut sistem pemerintahan yang berbeda, tentu ideologi yang berbeda
serta cara pandang dari suatu daerah terkait sesuatu hal yang sama pasti
memiliki pendapat yang berbeda. Oleh sebab itu yang akan di bahas adalah
pegaruh ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.
B.
Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas dan kami paparkan pada
proposal ini ialah sebagai berikut:
a.
Apa yang dimaksud
dengan ideologi?
b.
Apa yang
dimaksud dengan ideologi pancasila?
c.
Seperti apa
perkembangan ideologi dunia?
d.
Apa pengaruh
perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan dari penulisan proposal penelitian ini kami paparkan
sebagai berikut.
a.
Memahami arti
dan maksud dari ideologi.
b.
Mengenal lebih
dekat ideologi pancasila
c.
Memantau
ideologi dunia di era moderen.
d.
Melihat pengaruh
apa saja yang terjadi pada cara pandang bangsa indonesia terkait perkembangan ideologi
dunia.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
A. Pengertian Ideologi.
Kata Ideologi pertama sekali diperkenalkan oleh filsuf
Prancis Destutt de Tracy pada tahun 1796. Kata ini berasal dari bahasa Prancis
idéologie, merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan
dan logie yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan
logika dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian
etimologinya, sebagai "ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan
hakikat ide atau gagasan”Jadi, ideologi dapat diartikan hasil penemuan dalam
pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. Ideologi dapat juga diartikan suatu
kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang
memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup.Ideologi terbagi mencadi
dua,yaitu ideologi Terbuka dan Ideolgi tertutp,perbedaan ideologi terbuka dan
tertutup ini sangat mencolok,sehingga dapat dengan mudah dikelompokkan.
a)
Pemahaman
ideologi menurut para ahli:
a. Karl Marx
Menurut Karl Marx, ideologi adalah kesadaran palsu.
Karena ideologi merupakan hasil pemikiran yang diciptakan oleh pemikirnya,
padahal kesadaran para pemikir tersebut pada dasarnya ditentukan oleh
kepentingannya.Jadi ideologi menurut Karl Marx adalah pengandalan-pengandalan
spekulatif yang berupa agama moralitas, atau keyakinan politik .Meskipun
spekulatif ideologi tersebut dianggap sebagai kenyataan untuk menyembunyikan
atau melindungi kepentingan kelas sosial pemikir tersebut. Namun, ideologi
negara dapat diartikan sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat. Karena
ideologi negara didasarkan atas kepentingan masyarakat jadi pemikiran tersebut
bertujuan untuk kesejahteraan rakyatnya.
b. Louis
Althuser
Menurutnya, Ideologi adalah gagasan spekulatif tetapi
ideologi bukan gagasan palsu karena gagasan spekulatif tersebut bukan
dimaksudkan untuk menggambarkan realitas melainkan untuk memberikan gambaran
tentang bagaimana semestinya manusia menjalani hidupnya. Sesungguhnya setiap
orang membutuhkan ideologi, karena setiap orang perlu memiliki keyakinan
tentang bagaimana semestinya ia menjalankan kehidupannya.
c. Dr. Alfian
Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem
nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang tepat,
yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam
berbagai segi kehidupan.
d. Napoleon
Ideologi merupakan keseluruhan pemikiran politik dan rival-rivalnya.
Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu:
·
Ideologi dapat
menjadi sesuatu yang baik ketika ideologi menjadi pendoman hidup menuju lebih
baik.
·
Ideologi dapat
menjadi hal yang tidak baik ketika ideologi dijadikan alat untuk menyembunyikan
kepentingan penguasa.
b)
Dimensi ideologi
Sebuah ideologi yang telah menjdai keyakinan dalam kehidupan masyarakat
dapat menjadi luntur atau pudar seiring perkembangan zaman.Hal tersebut
tergantung pada daya tahan Ideologi. Ideologi akan mampu bertahan menghadapi
perubahan zaman,apabila mempunyai tiga dimensi,yaitu:
a.
Dimensi Realita.
Dimensi ini menunjuk pada kemampuan ideologi untuk mencerminkan realita
yang hidup dalam masyarakat, di mana ia muncul untuk pertama kalinya, paling
kurang realita pada saat-saat awal kelahirannya
b.
Dimensi
Idealisme
Dimensi Idealisme adalah kadar/kualitas idealisme yang terkandung di dalam
iseologi atau nila-nilai dasarnya. Kualitas itu menentukan kemampuan ideologi
dalam memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada dalam
masyarakat untuk mempunyai dan membina kehidupan bersama secara lebih baik dan
membangun suatu masa depan secara lebih cerah.
c.
Dimensi
Fleksibilitas
Yaitu kemampuan ideologi dalam memengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri
dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakat. Memengaruhi berarti ikut
mewarnai proses pengembangan, sedangkan menyesuaikan diri berarti bahwa masyarakat
berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap nilai-nilai daasar dari ideologi
sesuai dengan realita-realita baru yang muncul dan yang harus mereka hadapi.
d.
Fungsi ideologi
1.
Struktur
Kognitif, adalah segala pengetahuan yang bisa dijadikan landasan untuk dapat
memahami dan juga menafsirkan kejadian di alam sekitarnya serta dunia.
2.
Orientasi dasar
untuk membuka wawasan yang bisa memberikan makna dan juga memperlihatkan tujuan
di dalam kehidupannya.
3.
Norma-Norma yang
jadi pedoman dan juga pegangan seseorang untuk bertindak dan melangkah.
4.
Bekal dan juga
jalan bagi seseorang untuk bisa menemukan identitasnya.
5.
Kekuatan yang
bisa memberikan semangat dan juga mendorong seseorang agar mencapai tujuannya.
6.
Pendidikan untuk
masyarakat supaya bisa menghayati, memahami dan juga mempolakan tingkah
lakunya agar bisa sesuai dengan norma dan orientasi yg terkandung didalamnya.
B. Mengenal
ideologi pancasila.
Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa indonesia
yang merupakan pandangan hidup seluruh rakyat indonesia. Ideologi pancasila
bersifat terbuka artinya ideologi pancasila dapat berkontribusi dengan kemajuan
zaman dengan tetap berlandaskan ideologi pancasila atau nilai-nilai
pancasila. Ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya dan
religius bagi bangsa indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai ideologi negara
atau bangsa jadi pengertian ideologi pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang
berdasarkan sila-sila pancasila.
Ideologi pancasila mengandung nilai intrumental, nilai
dasar, dan nilai praktis.Pancasila lahir dan diangkat dari nilai-nilai adat
istiadat dan kebudayaan serta religius yang terdapat dalam pandangan-pandangan
hidup indonesia sebelum membentuk sebuah negara indonesia atau sebelum lahirnya
negara indonesia. Pancasila sebagai ideologi berarti bahwa pancasila menjadi
pandangan hidup bagi bangsa indonesia Secara umum.
Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara adalah
nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila menjadi cita-cita normatif di
dalam penyelenggaraan negara. Secara luas Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi
Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa
dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi
ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta
menjunjung tinggi nilai keadilan.
a.
Ideologi
Pancasila sebagai Ideologi terbuka.
Artinya, ideologi Pancasila dapat mengikuti
perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda
dengan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan
karen ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai yang meliputi; nilai dasar, nilai
instrumental, dan nilai praktis.
Pengertian Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak
dimutlakkan. Dapat diartikan juga bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak
dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral
dan budaya masyarakatnya sendiri. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang
dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara
internal.
Pancasila bukan merupakan ide baru atau perenungan
suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan Pancasila berasal dari
nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa. Dengan demikian, Pancasila pada
hakikatnya berlaku untuk seluruh lapisan serta unsur-unsur bangsa secara
keseluruhan. Oleh karena itu, ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan
bangsa Indonesia.
·
Ciri-ciri
Ideologi Terbuka
1.
Merupakan
cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.
Berupa
nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3.
Hasil musyawarah
dan konsensus masyarakat.
4.
Bersifat dinamis
dan reformis.
5.
Ciri khas
ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan
berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
6.
Terbuka kepada
perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan
integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan
mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak
boleh berubah.
b.
Ideologi
Pancasila sebagai Ideologi tertutup.
Merupakan
ideologi yang bersifat mutlak. Dengan kata lain bahwa Ideologi tertutup
merupakan ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan
tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai
kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai
sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.
·
Ciri-ciri
ideologi tertutup
1.
Bukan merupakan
cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.
Bukan berupa
nilai dan cita-cita.
3.
Kepercayaan dan
kesetiaan ideologis yang kaku.
4.
Terdiri atas
tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.
Ketetapan bangsa Indonesia mengenai pancasila sebagai
ideologi negara tercantum dalam ketetapan MPR No. 18 Tahun 1998 tentang
pencabutan dari ketetapan MPR No. 2 tahun 1978 mengenai Pedoman Penghayatan dan
Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar
Negara. Pada pasal 1 ketetapan MPR tersebut menyatakan bahwa pancasila
sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 45 ialah dasar negara dari negara NKRI
yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Dari
ketetapan MPR tersebut dapat kita ketahui bahwa di Indonesia kedudukan
pancasila sebagai ideologi nasional, selain kedudukannya sebagai dasar negara.
Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat,
nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan kata lain, unsur-unsur
yang merupakan materi Pancasila diangkat dari pandangan hidup masyarakat
Indonesia sendiri. Sebagai contoh, kebiasayaan gotong royong dan bermusyawarah
adalah nilai-nilai luhur budaya bangsa yang terdapat dalam Pancasila. Pancasila
sebagai Ideologi berarti Pancasila dijadikan sebagai pandangan hidup bagi
bangsa Indonesia.
C. Perkembangan
Ideologi Dunia.
Istilah ideologi dunia mulai banyak digunakan
bersamaan dengan perkembangan pemikiran Karl Marx yang dijadikan sebagai
ideologi beberapa negara pada abad ke-18. Namun sesungguhnya konsepsi ideologi
sebagai cara pandang atau sistem berpikir suatu bangsa berdasarkan nilai dan prinsip
dasar tertentu telah ada sebelum kelahiran Marx sendiri. Bahkan awal dan inti
dari ajaran Marx adalah kritik dan gugatan terhadap sistem dan struktur sosial
yang eksploitatif berdasarkan ideologi kapitalis.
Pemikiran Karl Marx kemudian dikembangkan oleh Engels
dan Lenin kemudian disebut sebagai ideologi sosialisme-komunisme. Sosialisme
lebih pada sistem ekonomi yang mengutamakan kolektivisme dengan titik ekstrem
menghapuskan hak milik pribadi, sedangkan komunisme menunjuk pada sistem
politik yang juga mengutamakan hak-hak komunal, bukan hak-hak sipil dan politik
individu. Ideologi tersebut berhadapan dengan ideologi liberalisme-kapitalis
yang menekankan pada individualisme baik dari sisi politik maupun ekonomi.
Kedua ideologi besar tersebut menjadi ideologi utama
negara-negara dunia pasca perang dunia kedua hingga berakhirnya era perang
dingin. Walaupun demikian baik komunisme maupun kapitalisme memiliki warna yang
berbeda-beda dalam penerapannya di tiap wilayah. Ideologi selalu menyesuaikan
dengan medan pengalaman dari suatu bangsa dan masyarakat. Komunisme Uni Soviet
berbeda dengan komunisme di Yugoslavia, Cina, Korea Utara, dan beberapa negara
Amerika Latin. Demikian pula dengan kapitalisme yang memiliki perbedaan antara
yang berkembang di Eropa Barat, Amerika Serikat, dan Asia.Dalam perkembangannya
di dunia dapat kita temukan 6 prinsip dasar ideologi. Satu sama lain dari
ke-enam prinsip-prinsip itu mempunyai ciri, keunggulan dan kekurangan
tersendiri untuk diterapkan dalam suatu kelompok hidup manusia atau suatu
negara.
a.
Macam-macam
ideologi dunia
Ada beberapa jenis ideologi yang terdapat di dunia saat ini, yaitu:
1. Liberalisme
Ideologi ini mengajarkan kebebasan yang mutlak bagi
setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia pada
dasarnya adalah baik. Schapiro menjelaskan serangkaian prinsip dari Liberalisme
yaitu : (1) keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap
tujuan yang diharapkan; (2) semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan
hukum yang dimaksudkan bagi kemerdekaan sipil; (3) tujuan utama dari setiap
pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keaman dari semua
warga negara; (4) adanya kebebasan berpikir dan berekspresi; (5) liberalisme
yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bisa ditemukan melalui kegiatan
berpikir menurut metode riset, eksperimen, dan verifikasi; (6) agama merupakan
hal yang harus ditoleransi; (7) liberalisme berpandangan dinamis mengenai
dunia, dan; (8) kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai
tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan.
2. Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang manusia yang harus memelihara kondisi yang
sudah ada serta menciptakan keadilan.
3. Komunisme
Ideologi ini mnegajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada hak
pribadi, karena semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai negara.
4. Marxisme
Ideologi ini mengajarkan dasar-dasar komunisme.
5. Feminisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan persamaan hak antara pria dan
wanita dengan cara pemerataan dan kesetaraan gender.
6. Sosialisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa manusia harus saling membantu, karena
manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
7. Fasisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa peran negara adalah mutlak karena negara
diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam
masyarakat.
8. Kapitalisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam
bidang perekonomian. Negara tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas
perekonomian yang dilakukan individu.
Kapitalisme terdiri atas 3 varian, yaitu Kapitalisme Pedagang, Kapitalisme
Produksi, dan Kapitalisme Finansial.
a.
Kapitalisme
Pedagang (Merchant Capitalism)
termasuk jenis Kapitalisme yang paling tua. Kapitalis (pelaku permodalan)
menginvestasikan hartanya untuk mencari barang yang langka dan memiliki
keuntungan jika diperdagangkan. Investasi tidak harus berupa uang, melainkan
dapat termasuk kendaraan, barang kebutuhan primer, barang berharga, dan
sejenisnya. Kapitalisme Pedagang menuntut pembukaan pasar yang nantinya akan
dilakukan monopoli atasnya.
b.
Kapitalisme
Produksi (Production Capitalism)
dilakukan oleh Kapitalis yang memiliki alat dan cara produksi. Bentuk yang
paling dikenal adalah “pabrik.” Pabrik digunakan untuk memproduksi barang
tertentu, untuk kemudian dipasarkan. Untuk memproduksi barang, pemilik pabrik
membutuhkan pekerja (labor). Labor ini sekaligus juga konsumen dari barang yang
mereka produksi. Barang yang dihasilkan ditukar dengan uang di “pasar”
(market). Keuntungan dari penjualan digunakan Kapitalis untuk diinvestasikan ke
dalam pabriknya, ataupun pada kegiatan lain. Uang, cara produksi, alat
produksi, pasar, profit, dan uang, adalah konsep-konsep kunci untuk
menganalisis Kapitalisme Produksi ini.
c.
Kapitalisme
Keuangan (Financial Capitalism)
merupakan bentuk terbaru dari Kapitalisme. Dalam Kapitalisme Keuangan, modal
diinvestasikan bukan ke dalam bentuk barang, tenaga kerja, atau pabrik. Uang
diinvestasikan ke dalam selisih uang. Komoditas produksi Kapitalisme Keuangan
adalah saham dan nilai tukar uang (valuta).
Pasar dalam kegiatan Kapitalisme Keuangan adalah “bursa efek.” Kapitalisme
Keuangan inilah yang kerap menciptakan devaluasi (penurunan) nilai mata uang
dunia.
9.
Demokrasi Ideologi ini mengajarkan bahwa kedaulatan pemerintah sepenuhnya ada di
tangan rakyat.
10. Neoliberalisme Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan kembali
kebebasan individu yang dikatikan dengan terjadinya pasar bebas di dunia
internasional.
D. Pengaruh
perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.
Perkembangan
ideologi kerap kali dikaitkan dengan perkembangan kehidupan politik suatu
negara karena keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi. Kali ini pada sub
bab ini akan kami bahas apa pengaruh dari perkembangan ideologi dunia terhadap
perkembangan ideologi pada negara indonesia.
Nah
kami akan menjelaskan perspektif atau pendapat kami tentang ideologi mengenai
politik sebab jurusan kami adalah ilmu adminitrasi negara. Ideologi mulai
berkembang sekitar tahun 1950 an ketika ideologi mulai terlihat mencolok
sebagai ideologi sebuah partai. Terdapat lima aliran dalam pemikiran politik
yang terkait dengan adanya epat partai politik yaitu nasionalisme radikal.
Pada
masa demokrasi terpimpin terdapat koalisi partai yang disebut dengan NASAKOM
yang terdiri dari nasionalis, agama dan komunis. Koalisi tersebut di tentang
oleh partai lain yang berideologikan sosialis dan tradisionalis jawa. Ideologi
komunis saat itu lebih besar pengaruhnya karena banyak mengambil konsep dari
barat dan menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Sedangkan ideologi
nasionalisme radikal dapat memeprsatukan rakyat karena konsep persatuan yang
dijunjung tinggi. Ideologi tradisionalisme jawa yang tidak banyak diketahui,
pada kenyataannya juga memiliki peran penting dan berpengaruh dalam
perkembangan ideologi di Indonesia.
Adanya
sifat ideologis dalam politik Indonesia memiliki keterkaitan pula dengan sifat
khas Indonesia. Pertama adalah pemikiran yang bersifat moralis, yaitu
cenederung menyoroti kekuatan dan kelemahan moralitas dalma pemikiran
politiknya. Kedua adalah pemikir-pemikir politik cenderung untuk tidak melihat
fakta bahwa masyarakat terbagi dalam beberapa golongan yang memiliki
kepentingan yang berbeda-beda. Terakhir adalah pemikiran politik Indonesia
umumnya bersifat optimis. Sifat khas tersebut merupakan unsur-unsur yang
dimiliki oleh Indonesia untuk menentukan ideologi-ideologi dan bertahan dengan
ideologi tersebut dan terserap didalamnya.
1. Ideologi
utama
Yang
banyak berkembang dan mempengaruhi masyarakat juga kegiatan politik Indonesia.
Ketiga paham tersebut adalah Nasionalisme, Islamisme, dan Komunisme. Dalam
perkembangannya di Indonesia, ketiga paham ini cenderung berdiri sendiri bahkan
saling tidak menerima keberadaan paham lainnya. Masyarakat yang berpaham
Nasionalisme, cenderung menolak Islamisme dan Komunsime. Alasannya adalah
Islamisme dianggap melebihi kebangsaan dan melebihi batas negara dan juga
dianggap sebagai rintangan untuk geraknya Nasionalisme. Padalah sejatinya jika
Nasionalisme mau bekerja sama dengan Islamisme maka Nasionalisme dapat
diperkuat. Terlebih dengan melihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama
Islam. Begitu pula dengan Komunisme, yang dianggap musuh oleh Nasionalisme.
Nasionalisme tidak menyetujui paham komunis yang memiliki pendapat bahwa “kaum
buruh tidak memiliki tanah air”.
Pada
dasarnya permusuhan yang timbul dari ketiga paham tersebut, lahir dan
diciptakan sendiri dari masing-masing individu penganut paham tersebut sehingga
masyarakat tergolongkan ke kelompok-kelompok kecil, lebih lagi saat mulai
mengenal paham yang dibawa dari luar, seperti Marxisme yang menitik beratkan
pada permasalahan ekonomi. Tentunya dengan mengesampingkan kritikan-kritikan
juga kelemahan masing-masing ideologi, dan hanya mengambil yang dirasa cocok
dijalankan untuk negara ini. Paham-paham inilah yang kemudian mempengaruhi
terbentuknya ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Bangsa
Indonesia menginginkan sebuah ideologi yang mencerminkan identitas bangsa. Oleh
karena itu, Pancasila dibuat sebagai dasar negara sekaligus ideologi yang
memuat cita-cita bangsa. Di dalamnya juga memuat nilai-nilai yang dari ketiga
paham tersebut. Seperti sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai
representasi bahwa bangsa adalah bangsa yang berketuhanan, seperti halnya
Islamisme. Hanya saja karena bangsa ini adalah bangsa yang heterogen, jadi
tidak adil rasanya jika hanya mengatasnamakan satu agama. Lalu sila ketiga
yaitu persatuan Indonesia, mencerminkan bahwa bangsa ini memiliki Nasionalisme.
Sedangkan sila kelima yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
didalamnya terkandung nilai yang mirip dengan paham Marxisme. Yaitu bahwa
kesejahteraan rakyat harus diutamakan tanpa membeda-bedakan golongan.
2.
Pandangan
terhadap budaya barat dan teknologi.
Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek.
Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia.
Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini.
Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu
berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah
satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh
tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Begitu
cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan
budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu
menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi
ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan
secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat
menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan
nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh
satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju,
pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi
peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.
Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan
asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya
pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis
kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat
dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami
degradasi yang sangat luar biasa.
§ Kesimpulan pada sub bab atau pembahasaan ini ialah
pengaruh ideologi luar atau ideologi dunia terhadap cara pandang atau ideologi
di indonesia sangat erat. Dimana cara pandang sosialiti budaya luar berkembang
pesat mempengaruhi cara pandang di indonesia. Bahkan ideologi di indonesia bisa
jadi di lupakan para kamum nuda mudi jaman ini.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Ideologi merupakan ide atau gagasan untuk
mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai
visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu secara umum atau
sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.
Sedangkan pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa
indonesia yang merupakan pandangan hidup seluruh rakyat indonesia. Ideologi
pancasila mengandung nilai intrumental, nilai dasar, dan nilai
praktis.Pancasila lahir dan diangkat dari nilai-nilai adat istiadat dan
kebudayaan serta religius yang terdapat dalam pandangan-pandangan hidup
indonesia.
Dari
beberapa penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika melihat perkembangan
ideologi dunia di Indonesia tidak dapat lepas dari perkembangan sejarahnya. Tokoh
tertentu telah mengambil peran dalam menentukan adanya ideologi-ideologi
tersebut. Ideologi-ideologi yang ada di Indonesia ataupun di dunia memang
beragam namun ideologi-ideologi tersebut dapat menginspirasi masyarakat
Indonesia dalam menentukan ideologinya sendiri.
Namun Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya
merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian
bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur.
2.
Saran kelompok
Saran dari kelompok sebagai warga negara yang kaya dan
besar indonesia sewajibnya kita warga negara menjunjung tinggi cerminan pribadi
bangsa sebagai mana telah kita sepakati dalam persatuan indonesia yang di
bubuhkan pada teks sumpah pemuda. Maka dari itu kenali budaya kita jangan
sampai menyeleweng mengambil budaya baru dari pada budaya lokal.
Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara,
Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk
dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik-
baiknya, Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap
pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya
bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian
maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.
Demikian proposal ini di buat sebagaimana mestinya
semoga bermanfaat dan dapat di maklumi kekurangan dari pada pembuatan nya serta
kami dari kelompok satu juga membuka kritikan yang bersifat membangun
sebesar-besarnya kepada pembaca agar dalam pembuatan proposal kami selanjutnya
dapat berjalan lebih baik dari pada yang sekarang karna proposal ini adalah
tugas proposal pertama yang kami buat dari tugas kampus.
No comments:
Post a Comment