kursor

Blue Fire Pointer 

Saturday, November 11, 2017

MAKALAH IDIOLOGI ( PANCASILA DAN DUNIA) - AGUS PRIANTONO NC

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Kata Ideologi pertama sekali diperkenalkan oleh filsuf Prancis Destutt de Tracy pada tahun 1796. Kata ini berasal dari bahasa Prancis idéologie, merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan dan logie yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etimologinya, sebagai "ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan”.
Ideologi merupakan ide atau gagasan untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu secara umum atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.
Kepopuleran ideologi berkat pengaruh dari "moral entrepreneurs", yang kadangkala bertindak dengan tujuan mereka sendiri. Ideologi politik adalah badan dari ideal, prinsip, doktrin, mitologi atau simbol dari gerakan sosial, institusi, kelas, atau grup besar yang memiliki tujuan politik dan budaya yang sama. Merupakan dasar dari pemikiran politik yang menggambarkan suatu partai politik dan kebijakannya.
Nah dari itu melihat dari arti dan maksud dari ideologi tersebut tertarik sekali bagi kami untuk di bahas antara keterkaitan ideologi dunia dimana seperti yang kita ketahui setiap negara atau daerah tertentu menganut sistem pemerintahan yang berbeda, tentu ideologi yang berbeda serta cara pandang dari suatu daerah terkait sesuatu hal yang sama pasti memiliki pendapat yang berbeda. Oleh sebab itu yang akan di bahas adalah pegaruh ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.

B.     Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas dan kami paparkan pada proposal ini ialah sebagai berikut:
a.     Apa yang dimaksud dengan ideologi?
b.    Apa yang dimaksud dengan ideologi pancasila?
c.     Seperti apa perkembangan ideologi dunia?
d.    Apa pengaruh perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia?

C.     Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan proposal penelitian ini kami paparkan sebagai berikut.
a.    Memahami arti dan maksud dari ideologi.
b.    Mengenal lebih dekat ideologi pancasila
c.    Memantau ideologi dunia di era moderen.
d.   Melihat pengaruh apa saja yang terjadi pada cara pandang bangsa indonesia terkait perkembangan ideologi dunia.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Ideologi.
Kata Ideologi pertama sekali diperkenalkan oleh filsuf Prancis Destutt de Tracy pada tahun 1796. Kata ini berasal dari bahasa Prancis idéologie, merupakan gabungan 2 kata yaitu, idéo yang mengacu kepada gagasan dan logie yang mengacu kepada logos, kata dalam bahasa Yunani untuk menjelaskan logika dan rasio. Destutt de Tracy menggunakan kata ini dalam pengertian etimologinya, sebagai "ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan”Jadi, ideologi dapat diartikan hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. Ideologi dapat juga diartikan suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup.Ideologi terbagi mencadi dua,yaitu ideologi Terbuka dan Ideolgi tertutp,perbedaan ideologi terbuka dan tertutup ini sangat mencolok,sehingga dapat dengan mudah dikelompokkan.

a)      Pemahaman ideologi menurut para ahli:
a.    Karl Marx
Menurut Karl Marx, ideologi adalah kesadaran palsu. Karena ideologi merupakan hasil pemikiran yang diciptakan oleh pemikirnya, padahal kesadaran para pemikir tersebut pada dasarnya ditentukan oleh kepentingannya.Jadi ideologi menurut Karl Marx adalah pengandalan-pengandalan spekulatif yang berupa agama moralitas, atau keyakinan politik .Meskipun spekulatif ideologi tersebut dianggap sebagai kenyataan untuk menyembunyikan atau melindungi kepentingan kelas sosial pemikir tersebut. Namun, ideologi negara dapat diartikan sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat. Karena ideologi negara didasarkan atas kepentingan masyarakat jadi pemikiran tersebut bertujuan untuk kesejahteraan rakyatnya.
b.      Louis Althuser
Menurutnya, Ideologi adalah gagasan spekulatif tetapi ideologi bukan gagasan palsu karena gagasan spekulatif tersebut bukan dimaksudkan untuk menggambarkan realitas melainkan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana semestinya manusia menjalani hidupnya. Sesungguhnya setiap orang membutuhkan ideologi, karena setiap orang perlu memiliki keyakinan tentang bagaimana semestinya ia menjalankan kehidupannya.
c.       Dr. Alfian
Ideologi adalah suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang tepat, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
d.      Napoleon
Ideologi merupakan keseluruhan pemikiran politik dan rival-rivalnya.

Dari berbagai pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan, yaitu:
·         Ideologi dapat menjadi sesuatu yang baik ketika ideologi menjadi pendoman hidup menuju lebih baik.
·         Ideologi dapat menjadi hal yang tidak baik ketika ideologi dijadikan alat untuk menyembunyikan kepentingan penguasa.


b)      Dimensi ideologi
Sebuah ideologi yang telah menjdai keyakinan dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi luntur atau pudar seiring perkembangan zaman.Hal tersebut tergantung pada daya tahan Ideologi. Ideologi akan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman,apabila mempunyai tiga dimensi,yaitu:
a.    Dimensi Realita.
Dimensi ini menunjuk pada kemampuan ideologi untuk mencerminkan realita yang hidup dalam masyarakat, di mana ia muncul untuk pertama kalinya, paling kurang realita pada saat-saat awal kelahirannya
b.    Dimensi Idealisme
Dimensi Idealisme adalah kadar/kualitas idealisme yang terkandung di dalam iseologi atau nila-nilai dasarnya. Kualitas itu menentukan kemampuan ideologi dalam memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada dalam masyarakat untuk mempunyai dan membina kehidupan bersama secara lebih baik dan membangun suatu masa depan secara lebih cerah.
c.    Dimensi Fleksibilitas
Yaitu kemampuan ideologi dalam memengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakat. Memengaruhi berarti ikut mewarnai proses pengembangan, sedangkan menyesuaikan diri berarti bahwa masyarakat berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap nilai-nilai daasar dari ideologi sesuai dengan realita-realita baru yang muncul dan yang harus mereka hadapi.

d.      Fungsi ideologi
1.    Struktur Kognitif, adalah segala pengetahuan yang bisa dijadikan landasan untuk dapat memahami dan juga menafsirkan kejadian di alam sekitarnya serta dunia.
2.    Orientasi dasar untuk membuka wawasan yang bisa memberikan makna dan juga memperlihatkan tujuan di dalam kehidupannya.
3.    Norma-Norma yang jadi pedoman dan juga pegangan seseorang untuk bertindak dan melangkah.
4.    Bekal dan juga jalan bagi seseorang untuk bisa menemukan identitasnya.
5.    Kekuatan yang bisa memberikan semangat dan juga mendorong seseorang agar mencapai tujuannya.
6.    Pendidikan untuk masyarakat supaya bisa menghayati, memahami dan juga mempolakan tingkah lakunya agar bisa sesuai dengan norma dan orientasi yg terkandung didalamnya.

B.     Mengenal ideologi pancasila.
Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa indonesia yang merupakan pandangan hidup seluruh rakyat indonesia. Ideologi pancasila bersifat terbuka artinya ideologi pancasila dapat berkontribusi dengan kemajuan zaman dengan tetap berlandaskan ideologi pancasila atau nilai-nilai pancasila.  Ideologi Pancasila merupakan nilai-nilai luhur budaya dan religius bagi bangsa indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai ideologi negara atau bangsa jadi pengertian ideologi pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang berdasarkan sila-sila pancasila. 
Ideologi pancasila mengandung nilai intrumental, nilai dasar, dan nilai praktis.Pancasila lahir dan diangkat dari nilai-nilai adat istiadat dan kebudayaan serta religius yang terdapat dalam pandangan-pandangan hidup indonesia sebelum membentuk sebuah negara indonesia atau sebelum lahirnya negara indonesia. Pancasila sebagai ideologi berarti bahwa pancasila menjadi pandangan hidup bagi bangsa indonesia Secara umum.
Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila menjadi cita-cita normatif di dalam penyelenggaraan negara. Secara luas Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung tinggi nilai keadilan.

a.       Ideologi Pancasila sebagai Ideologi terbuka.
Artinya, ideologi Pancasila dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda dengan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan karen ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai yang meliputi; nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
Pengertian Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Dapat diartikan juga bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. 
Pancasila bukan merupakan ide baru atau perenungan suatu kelompok atau golongan tertentu, melainkan Pancasila berasal dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa. Dengan demikian, Pancasila pada hakikatnya berlaku untuk seluruh lapisan serta unsur-unsur bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia.
·         Ciri-ciri Ideologi Terbuka
1.    Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.    Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3.    Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4.    Bersifat dinamis dan reformis.
5.    Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
6.    Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.

b.      Ideologi Pancasila sebagai Ideologi tertutup.
Merupakan ideologi yang bersifat mutlak. Dengan kata lain bahwa Ideologi tertutup merupakan ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.
·         Ciri-ciri ideologi tertutup
1.      Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.      Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3.      Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4.      Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

Ketetapan bangsa Indonesia mengenai pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam ketetapan MPR No. 18 Tahun 1998 tentang pencabutan dari ketetapan MPR No. 2 tahun 1978 mengenai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 ketetapan MPR tersebut menyatakan bahwa pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 45 ialah dasar negara dari negara NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Dari ketetapan MPR tersebut dapat kita ketahui bahwa di Indonesia kedudukan pancasila sebagai ideologi nasional, selain kedudukannya sebagai dasar negara.
Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Dengan kata lain, unsur-unsur yang merupakan materi Pancasila diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri. Sebagai contoh, kebiasayaan gotong royong dan bermusyawarah adalah nilai-nilai luhur budaya bangsa yang terdapat dalam Pancasila. Pancasila sebagai Ideologi berarti Pancasila dijadikan sebagai pandangan hidup bagi bangsa Indonesia.

C.    Perkembangan Ideologi Dunia.
Istilah ideologi dunia mulai banyak digunakan bersamaan dengan perkembangan pemikiran Karl Marx yang dijadikan sebagai ideologi beberapa negara pada abad ke-18. Namun sesungguhnya konsepsi ideologi sebagai cara pandang atau sistem berpikir suatu bangsa berdasarkan nilai dan prinsip dasar tertentu telah ada sebelum kelahiran Marx sendiri. Bahkan awal dan inti dari ajaran Marx adalah kritik dan gugatan terhadap sistem dan struktur sosial yang eksploitatif berdasarkan ideologi kapitalis.
Pemikiran Karl Marx kemudian dikembangkan oleh Engels dan Lenin kemudian disebut sebagai ideologi sosialisme-komunisme. Sosialisme lebih pada sistem ekonomi yang mengutamakan kolektivisme dengan titik ekstrem menghapuskan hak milik pribadi, sedangkan komunisme menunjuk pada sistem politik yang juga mengutamakan hak-hak komunal, bukan hak-hak sipil dan politik individu. Ideologi tersebut berhadapan dengan ideologi liberalisme-kapitalis yang menekankan pada individualisme baik dari sisi politik maupun ekonomi.
Kedua ideologi besar tersebut menjadi ideologi utama negara-negara dunia pasca perang dunia kedua hingga berakhirnya era perang dingin. Walaupun demikian baik komunisme maupun kapitalisme memiliki warna yang berbeda-beda dalam penerapannya di tiap wilayah. Ideologi selalu menyesuaikan dengan medan pengalaman dari suatu bangsa dan masyarakat. Komunisme Uni Soviet berbeda dengan komunisme di Yugoslavia, Cina, Korea Utara, dan beberapa negara Amerika Latin. Demikian pula dengan kapitalisme yang memiliki perbedaan antara yang berkembang di Eropa Barat, Amerika Serikat, dan Asia.Dalam perkembangannya di dunia dapat kita temukan 6 prinsip dasar ideologi. Satu sama lain dari ke-enam prinsip-prinsip itu mempunyai ciri, keunggulan dan kekurangan tersendiri untuk diterapkan dalam suatu kelompok hidup manusia atau suatu negara.

a.       Macam-macam ideologi dunia
Ada beberapa jenis ideologi yang terdapat di dunia saat ini, yaitu:
1.    Liberalisme
Ideologi ini mengajarkan kebebasan yang mutlak bagi setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah baik. Schapiro menjelaskan serangkaian prinsip dari Liberalisme yaitu : (1) keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap tujuan yang diharapkan; (2) semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan hukum yang dimaksudkan bagi kemerdekaan sipil; (3) tujuan utama dari setiap pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keaman dari semua warga negara; (4) adanya kebebasan berpikir dan berekspresi; (5) liberalisme yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bisa ditemukan melalui kegiatan berpikir menurut metode riset, eksperimen, dan verifikasi; (6) agama merupakan hal yang harus ditoleransi; (7) liberalisme berpandangan dinamis mengenai dunia, dan; (8) kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan.
2.      Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang manusia yang harus memelihara kondisi yang sudah ada serta menciptakan keadilan.
3.      Komunisme
Ideologi ini mnegajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada hak pribadi, karena semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai negara.
4.      Marxisme
Ideologi ini mengajarkan dasar-dasar komunisme.
5.      Feminisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan persamaan hak antara pria dan wanita dengan cara pemerataan dan kesetaraan gender.


6.      Sosialisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa manusia harus saling membantu, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
7.      Fasisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa peran negara adalah mutlak karena negara diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam masyarakat.
8.      Kapitalisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam bidang perekonomian. Negara tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas perekonomian yang dilakukan individu.

Kapitalisme terdiri atas 3 varian, yaitu Kapitalisme Pedagang, Kapitalisme Produksi, dan Kapitalisme Finansial.
a.       Kapitalisme Pedagang (Merchant Capitalism) termasuk jenis Kapitalisme yang paling tua. Kapitalis (pelaku permodalan) menginvestasikan hartanya untuk mencari barang yang langka dan memiliki keuntungan jika diperdagangkan. Investasi tidak harus berupa uang, melainkan dapat termasuk kendaraan, barang kebutuhan primer, barang berharga, dan sejenisnya. Kapitalisme Pedagang menuntut pembukaan pasar yang nantinya akan dilakukan monopoli atasnya.
b.      Kapitalisme Produksi (Production Capitalism) dilakukan oleh Kapitalis yang memiliki alat dan cara produksi. Bentuk yang paling dikenal adalah “pabrik.” Pabrik digunakan untuk memproduksi barang tertentu, untuk kemudian dipasarkan. Untuk memproduksi barang, pemilik pabrik membutuhkan pekerja (labor). Labor ini sekaligus juga konsumen dari barang yang mereka produksi. Barang yang dihasilkan ditukar dengan uang di “pasar” (market). Keuntungan dari penjualan digunakan Kapitalis untuk diinvestasikan ke dalam pabriknya, ataupun pada kegiatan lain. Uang, cara produksi, alat produksi, pasar, profit, dan uang, adalah konsep-konsep kunci untuk menganalisis Kapitalisme Produksi ini.
c.       Kapitalisme Keuangan (Financial Capitalism) merupakan bentuk terbaru dari Kapitalisme. Dalam Kapitalisme Keuangan, modal diinvestasikan bukan ke dalam bentuk barang, tenaga kerja, atau pabrik. Uang diinvestasikan ke dalam selisih uang. Komoditas produksi Kapitalisme Keuangan adalah saham dan nilai tukar uang (valuta).
Pasar dalam kegiatan Kapitalisme Keuangan adalah “bursa efek.” Kapitalisme Keuangan inilah yang kerap menciptakan devaluasi (penurunan) nilai mata uang dunia.
9.      Demokrasi Ideologi ini mengajarkan bahwa kedaulatan pemerintah sepenuhnya ada di tangan rakyat.
10.  Neoliberalisme Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan kembali kebebasan individu yang dikatikan dengan terjadinya pasar bebas di dunia internasional.

D.    Pengaruh perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi di indonesia.
Perkembangan ideologi kerap kali dikaitkan dengan perkembangan kehidupan politik suatu negara karena keduanya saling berhubungan dan mempengaruhi. Kali ini pada sub bab ini akan kami bahas apa pengaruh dari perkembangan ideologi dunia terhadap perkembangan ideologi pada negara indonesia. 
Nah kami akan menjelaskan perspektif atau pendapat kami tentang ideologi mengenai politik sebab jurusan kami adalah ilmu adminitrasi negara. Ideologi mulai berkembang sekitar tahun 1950 an ketika ideologi mulai terlihat mencolok sebagai ideologi sebuah partai. Terdapat lima aliran dalam pemikiran politik yang terkait dengan adanya epat partai politik yaitu nasionalisme radikal.
Pada masa demokrasi terpimpin terdapat koalisi partai yang disebut dengan NASAKOM yang terdiri dari nasionalis, agama dan komunis. Koalisi tersebut di tentang oleh partai lain yang berideologikan sosialis dan tradisionalis jawa. Ideologi komunis saat itu lebih besar pengaruhnya karena banyak mengambil konsep dari barat dan menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Sedangkan ideologi nasionalisme radikal dapat memeprsatukan rakyat karena konsep persatuan yang dijunjung tinggi. Ideologi tradisionalisme jawa yang tidak banyak diketahui, pada kenyataannya juga memiliki peran penting dan berpengaruh dalam perkembangan ideologi di Indonesia.
            Adanya sifat ideologis dalam politik Indonesia memiliki keterkaitan pula dengan sifat khas Indonesia. Pertama adalah pemikiran yang bersifat moralis, yaitu cenederung menyoroti kekuatan dan kelemahan moralitas dalma pemikiran politiknya. Kedua adalah pemikir-pemikir politik cenderung untuk tidak melihat fakta bahwa masyarakat terbagi dalam beberapa golongan yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Terakhir adalah pemikiran politik Indonesia umumnya bersifat optimis. Sifat khas tersebut merupakan unsur-unsur yang dimiliki oleh Indonesia untuk menentukan ideologi-ideologi dan bertahan dengan ideologi tersebut dan terserap didalamnya.
1.    Ideologi utama
Yang banyak berkembang dan mempengaruhi masyarakat juga kegiatan politik Indonesia. Ketiga paham tersebut adalah Nasionalisme, Islamisme, dan Komunisme. Dalam perkembangannya di Indonesia, ketiga paham ini cenderung berdiri sendiri bahkan saling tidak menerima keberadaan paham lainnya. Masyarakat yang berpaham Nasionalisme, cenderung menolak Islamisme dan Komunsime. Alasannya adalah Islamisme dianggap melebihi kebangsaan dan melebihi batas negara dan juga dianggap sebagai rintangan untuk geraknya Nasionalisme. Padalah sejatinya jika Nasionalisme mau bekerja sama dengan Islamisme maka Nasionalisme dapat diperkuat. Terlebih dengan melihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Begitu pula dengan Komunisme, yang dianggap musuh oleh Nasionalisme. Nasionalisme tidak menyetujui paham komunis yang memiliki pendapat bahwa “kaum buruh tidak memiliki tanah air”.
Pada dasarnya permusuhan yang timbul dari ketiga paham tersebut, lahir dan diciptakan sendiri dari masing-masing individu penganut paham tersebut sehingga masyarakat tergolongkan ke kelompok-kelompok kecil, lebih lagi saat mulai mengenal paham yang dibawa dari luar, seperti Marxisme yang menitik beratkan pada permasalahan ekonomi. Tentunya dengan mengesampingkan kritikan-kritikan juga kelemahan masing-masing ideologi, dan hanya mengambil yang dirasa cocok dijalankan untuk negara ini. Paham-paham inilah yang kemudian mempengaruhi terbentuknya ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Bangsa Indonesia menginginkan sebuah ideologi yang mencerminkan identitas bangsa. Oleh karena itu, Pancasila dibuat sebagai dasar negara sekaligus ideologi yang memuat cita-cita bangsa. Di dalamnya juga memuat nilai-nilai yang dari ketiga paham tersebut. Seperti sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai representasi bahwa bangsa adalah bangsa yang berketuhanan, seperti halnya Islamisme. Hanya saja karena bangsa ini adalah bangsa yang heterogen, jadi tidak adil rasanya jika hanya mengatasnamakan satu agama. Lalu sila ketiga yaitu persatuan Indonesia, mencerminkan bahwa bangsa ini memiliki Nasionalisme. Sedangkan sila kelima yaitu kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, didalamnya terkandung nilai yang mirip dengan paham Marxisme. Yaitu bahwa kesejahteraan rakyat harus diutamakan tanpa membeda-bedakan golongan.


2.    Pandangan terhadap budaya barat dan teknologi.
Kebudayaan Barat sudah mendominanisasi segala aspek. Segala hal selalu mengacu kepada Barat. Peradaban Barat telah menguasai dunia. Banyak perubahan-perubahan peradaban yang terjadi di penjuru dunia ini. Kebudayan Barat hanya sebagai petaka buruk bagi Timur. Timur yang selalu berperadaban mulia, sedikit demi sedikit mulai mengikuti kebudayaan Barat.
Masuknya budaya Barat ke Indonesia disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni Indonesia. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya(culture shock), yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Secara timbal balik, tiap peradaban akan berpengaruh satu sama lain. Hukum sosial berlaku bagi semua peradaban. Peradaban yang maju, pada suatu masa, cenderung memiliki perngaruh yang luas bagi peradaban-peradaban lain yang berkembang belakangan.
Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing (barat) tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Minimnya pengetahuan menjadi pemicu alkulturasi kebudayaan yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi yang sangat luar biasa.

§  Kesimpulan pada sub bab atau pembahasaan ini ialah pengaruh ideologi luar atau ideologi dunia terhadap cara pandang atau ideologi di indonesia sangat erat. Dimana cara pandang sosialiti budaya luar berkembang pesat mempengaruhi cara pandang di indonesia. Bahkan ideologi di indonesia bisa jadi di lupakan para kamum nuda mudi jaman ini.



BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Ideologi merupakan ide atau gagasan untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu secara umum atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.
Sedangkan pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa indonesia yang merupakan pandangan hidup seluruh rakyat indonesia. Ideologi pancasila mengandung nilai intrumental, nilai dasar, dan nilai praktis.Pancasila lahir dan diangkat dari nilai-nilai adat istiadat dan kebudayaan serta religius yang terdapat dalam pandangan-pandangan hidup indonesia.
Dari beberapa penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika melihat perkembangan ideologi dunia di Indonesia tidak dapat lepas dari perkembangan sejarahnya. Tokoh tertentu telah mengambil peran dalam menentukan adanya ideologi-ideologi tersebut. Ideologi-ideologi yang ada di Indonesia ataupun di dunia memang beragam namun ideologi-ideologi tersebut dapat menginspirasi masyarakat Indonesia dalam menentukan ideologinya sendiri.
Namun Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap menjaga agar budaya kita tidak luntur.

2.      Saran kelompok
Saran dari kelompok sebagai warga negara yang kaya dan besar indonesia sewajibnya kita warga negara menjunjung tinggi cerminan pribadi bangsa sebagai mana telah kita sepakati dalam persatuan indonesia yang di bubuhkan pada teks sumpah pemuda. Maka dari itu kenali budaya kita jangan sampai menyeleweng mengambil budaya baru dari pada budaya lokal. Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara, Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.
Demikian proposal ini di buat sebagaimana mestinya semoga bermanfaat dan dapat di maklumi kekurangan dari pada pembuatan nya serta kami dari kelompok satu juga membuka kritikan yang bersifat membangun sebesar-besarnya kepada pembaca agar dalam pembuatan proposal kami selanjutnya dapat berjalan lebih baik dari pada yang sekarang karna proposal ini adalah tugas proposal pertama yang kami buat dari tugas kampus.




No comments:

Post a Comment