kursor

Blue Fire Pointer 

Thursday, November 9, 2017

MACAM-MACAM PERANGKAT DALAM JARINGAN - AGUS PRIANTONO NC



Tugas Remidial
A.   ANTENA OMNI
a.     Fungsi Antena Omni
Fungsi utama antena wireless adalah memperluas area coverage, bukan untuk memperkuat sinyal, fungsi penguat sinyal adalah pada radio atau access point, jadi antena wifi hanya mempunyai kekuatan penguat pasif, kekuatan antena adalah pada pemfokusan gelombang radio, dan semakin besar dBi dari antenna maka semakin luas atau jauh area coverage yang bisa dijangkau. Umumnya kualitas dari antena dilihat dari kualitas dari bahan pembuatnya, semakin bagus kualitas elemen yang ada di dalam antenna, maka semakin jauh pula jangkauannya dan konon bahkan bisa mereduksi dari noise atau interferensi yang timbul di sekitarnya. Makanya umumnya semakin mahal harga antena wireless semakin jauh pula jangkauannya.

b.     Gambar antena omni

c.     Spesifikasi antena omni
·         Frequency Range                             : 2.4GHz~2.5GHz
·         Impedance                                        : 50 Ohms
·         Gain                                                  : 15 dBi
·         VSWR                                               : 1.92 : 1 Max
·         Polarization                                       :  Linear, Vertical
·         Beamwidth                                        :  (HPBW)
·         Horizontal                                          :  360�
·         Vertical                                              :  9�
·         Connector                                         :  N Female
·         Dimension                                         : 1500mm
·         Radiation                                           : Omni-directional
·         Application                                        : Outdoor
·         Operating Temperature                    : -40?~65?(-40?~149?)
·         Storage Temperature                       : -40?~80? (-40?~176?)
·         Operating Humidity                          : 10%~90% non-condensing
·         Storage Humidity                              : 5%~90% non-condensing
·         Safety, Emission and others            : CE, FCC, Compliant with RoHS

d.     Proses pemasangan antena omni
1.    Siapkan Antenna Omni Directional 2,4GHz 15dBi-OEM. Spesifikasi barang yang saya peroleh adalah sebagai berikut : Radome material : Fiberglass, Radiator Material : ABS.Zine.Casting, Frequency range : 2400-2500 MHz, gain 14,5 +/- 5 dBi, Impedance 50 ohm, Power Handling 50w (cw), Connector N Female, VSWR : 1,8 : 1 max, weight 3 kg, Dimension H1860 x D40 mm
2.    Pasang Pigtail, Mintalah kabel pigtail yang menggunakan "kabel teflon" Harga rata-rata sekitar Rp. 80.000-an / 0.5 meter pigtail.
3.    Cari Silicon Sealer
4.    Gunakan Surge Arrester sebagai penangkal petir
5.    Siapkan box untuk tempat Akses Point. Tempatkan box AP di bagian bawah antenna omni
6.    Siapkan unit Wireless LAN AP Anda. Harganya pun berkisar antara Rp.450.000,- - Rp.650.000,-.
7.    Pasang POE (Power Over Ethernet) yang sudah Anda beli ke AP dan masukkan AP ke dalam Box yang sudah Anda buat.
8.    Pasang kabel UTP yang ujungnya telah terpasang connector RJ-45 ke terminal POE yang ada di dalam box AP.
9.    Lapisi tutup tupperware dengan silicon sealer lalu tutup box dengan rapat. Kalau perlu ditambah dengan selotape. Sehingga kalau sampai terjadi ada layangan nyasar ke antena, Box yang Anda buat tidak berantakan karena tertarik benang layangan.
10.  Tegakkan tiang antena AP Anda. Hati-hatilah, kesalahan fatal bisa berakibat kerusakan pada perangkat AP dan Antenna Omni.
11.  Rapikan kabel UTP yang terjulur, periksa sekali lagi koneksi wifi. Kalau koneksi OK, tinggal merapikannya

B.   ANTENA GRID
Antena grid merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Perangkat keluaran TPLINK ini berfungsi untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point, multi point, atu sebagai client dai RT/RW NET.
b.    Macam-macam antena grid
a.    Antena Grid Hyperlink 24 dBi (HG2424G-NF)
Antena Grid 24 dBi ini didesain untuk Sistem Komunikasi menggunakan Wireless LAN. Karakteristik antena ini antara lain : High Gain, Jarak Jauh, dan F/B Ratio yang besar.
Antena ini cocok dipergunakan untuk mengatasi kendala komunikasi dan mengirimkan transmisi secara efektif. Terbuat dari Stainless Steel kualitas industri, dan dilapis oleh bahan tahan karat.

Antena ini sangat baik dipergunakan pada berbagai macam lingkungan, seperti di atas gedung, di atas tower, di atas bukit. Setiap antena diuji secara ketat mempergunakan network analysis instrument sebelum dikirimkan.

b.    Spesifikasi
Grid TPLink TL-ANT2424B 2.4-2.5GHz 24dB
a.    Range frekwensi 2.4 - 2.5Ghz (support Superchannel 2.5Ghz)
b.    Frequency Range 2.4GHz ~ 2.5GHz
c.    Impedance (Ω) 50
d.    Gain 24dBi
e.    VSWR ≤1.5
f.     Horizontal Beamwidth 14°
g.    Vertical Beamwidth 10°
h.    F/B Ratio 30dB
i.      Polarization Vertical or Horizontal
j.      Maximum Input Power 100W
k.    Connector N Female
l.      Application Outdoor
m.   Mount Style Pole Mount / Wall Mount
n.    Antenna Dimension 600×1000 mm
o.    Weight 3.5 +/-0.15 KG
p.    Mounting Mast Diameter Ø30~Ø50 mm
q.    Rated Wind Velocity 216 Km/h

-       Antena Grid Kenbotong TDJ-2325 2.4Ghz 24dB (Support Superchannel)

Antena grid ini support SuperChannel (2.3 s/d 2.5GHz) jika dipasangkan dengan AP yang suport SuperChannel.
Connect this Kenbotong Grid Antenna 2.4 GHz 24 dBi to any of your Indoor or Outdoor Wireless Access Points. This 2.4Ghz Grid Antenna works great for connecting two locations wirelessly, sharing data, or using a VoIP wireless link. With the appropriate coax cable you will be able to connect this 2.4GHz antenna to any Minitar, Linksys, Cisco, D-Link, Senao, Zcom or other Wireless Access Point for increased signal strength

c.    Spesifikasi Teknis
Gain: 24dBi, Frequency range: 2300~2500MHz, Polarization: Linear, VSWR: <2, Front back ratio: >30dB, 3dB beamwidth: E-plan 9, H-plan 11, Connector: N-Female, Weight: 5Kg.

-       Antena Grid RMI 2.4GHz 24 dBi (rakitan lokal lisensi Korea) June 30th, 2008 admin
Antena Grid rakitan lokal (lisensi RMI Korea) yang handal dan ekonomis untuk kebutuhan koneksi wifi Anda. Support berbagai tipe access point 2.4GHz seperti JAHT, Minitar, Linksys, Cisco, D-Link, Senao, Zcom dan lainnya.
d.    Spesifikasi Teknis
1.    Gain: 25 dBi
2.    Type: Grid
3.    Polarization: Linear
4.    Beamwidth Degree: Horizontal: 10, Vertical: 13
5.    VSWR: <=1.3
6.    Frequency: 2400-2485 MHz
7.    Connector: N-female
8.    Size Width: 530mm
9.    Length: 740 mm
10.  Weight: 2500 g
11.  Mount: Mounting hardware fits 35-50 mm mast tubes
12.  Material: Reflector-11mm aluminium

a.     Fungsi antena grid
Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
                                             
b.     Gambar


c.     Spesifikasi
·           Gain: 25 dBi
·           Type: Grid
·           Polarization: Linear
·           Beamwidth Degree: Horizontal: 10, Vertical: 13
·           VSWR: <=1.3
·           Frequency: 2400-2485 MHz
·           Connector: N-female
·           Size Width: 530mm
·           Length: 740 mm
·           Weight: 2500 g
·           Mount: Mounting hardware fits 35-50 mm mast tubes
·           Material: Reflector-11mm aluminium

d.     Proses Pemasangan
a.   Peralatan
              i.       Kompas dan peta topografi
             ii.       Penggaris dan busur derajat
            iii.       Pensil, penghapus, alat tulis
           iv.       GPS, altimeter, klinometer
            v.       Kaca pantul dan teropong
           vi.       Radio komunikasi (HT)
          vii.       Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
         viii.       Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
           ix.       Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
              x.    Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
             xi.    Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
            xii.    Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)
                                                                                                          
b.    Survey Lokasi
1.    Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2.    Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.    Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.    Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5.    Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6.    Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

c.    Pemasangan Konektor
1.    Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.    Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3.    Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.    Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.    Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6.    Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.    Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8.    Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.    Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10.  Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

d.    Pembuatan POE
1.    Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.    POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.    Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4.    Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

e.    Instalasi Antena
1.    Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2.    Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3.    Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.    Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5.    Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.    Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

f.     Instalasi Perangkat Radio
1.    Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.    Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.    Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4.    Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.    Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.    Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.    Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.    Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

g.    Pengujian Noise
1.    Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.    Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.    Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.    Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.    Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.    Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.    Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

c.    Perakitan Antena
1.    Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2.    Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.    Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.    Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
6.    Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan.

a.    Pointing Antena
1.   Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.   Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3.   Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat.
4.   Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.   Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.   Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.   Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

b.    Pengujian Koneksi Radio

1.    Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.    Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.    Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.    Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.    Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.    Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.    Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.    Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.    Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10.  Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

C.   ANTENA SEKTORAL
a.      Fungsi antena Sektoral
Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.

Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Fungsinya sama seperti antena grid yaitu memfokuskan ke satu titik.antena ini hanya di gunakan untuk jarak yang dekat dan tidak untuk jarak yang   jauh,karena frequency nya kecil.

b.     Gambar


c.     Spesifikasi
Sectoral Hyperlink / L-Com HG2420P-120 2.4Ghz 20dBi 120″
·      Electrical Specification
·      Frequency 2400-2500 MHz
·      Gain 20 dBi
·      Horizontal Beam Width 120* degrees
·      Vertical Beam Width 5*
·      Degrees Impedance 50 Ohm
·      Max. Input Power 250 Watts
·      VSWR < 1.3:1 avg.
·      Connector            N Female
·      Weight 12 lbs. (5.44 Kg)
·      Dimensions 39 x 9 x 2.5 inches (99 x 22.9 x 6.4 cm)
·      Radome Material UV-Inhibited Polymer
·      Reflector Material            Aluminum
·      Operating Temperature   -40° C to 85° C  (-40° F to 185° F)
·      Mounting  2 inch (5 cm) O.D. pipe max.
·      Polarization Vertical Downtilt (mech) 0 to 20 degrees (adjustable)
·      RoHS Compliant  Yes

D.   ACCES POINT
a.     Fungsi Acces Point
Pengertian Access Point dan Fungsi Secara Lengkap - Hai sobat pelajar, pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar access point yang sering-sering ini kita dengar. Dalam artikel saya kali ini saya akan menuliskan pengertian dan fungsi dari istilah access point yang sedang kamu cari.

·         Pengertian Access Point
1.    Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote.

2.    Access point adalah adalah perangkat, seperti router nirkabel / wireless, yang memungkinkan perangkat nirkabel untuk terhubung ke jaringan.

3.    Access Point dalam jaringan computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait.

4.    Access Point adalah perangkat yang digunakan untuk membuat koneksi wireless pada sebuah jaringan.

·         Fungsi Access Point
1.   Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
2.   Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)
3.   Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses
4.   Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.

b.     Gambar

c.      Spesifikasi
Tampilan
1 10/100Mbps Auto-Sensing RJ45 Port(Auto MDI/MDIX, Passive PoE)
Tombol            WPS Button
WPS Button
Reset Button
Power On/Off Button
Catu Daya Eksternal
9VDC / 0.6A
Standar Nirkabel (Wireless)
IEEE 802.11b, IEEE 802.11g, IEEE 802.11n
Dimensi ( W x D x H )
7.1 ×4.9× 1.4 in. (181 ×125 ×36mm)
Tipe Antena
5 dBi Detachable Omni Directional Antenna (RP-SMA)
Frekuensi
2.4-2.4835GHz
Tingkat Signal
11n: Up to 150Mbps(dynamic)
11g: Up to 54Mbps(dynamic)
11b: Up to 11Mbps(dynamic)
EIRP
<20dBm (EIRP)
Penerimaan Sensitivitas
130M: -68dBm@10% PER
54M: -68dBm@10% PER
11M: -85dBm@8% PER
6M: -88dBm@10% PER
1M: -90dBm@8% PER
Modus Wireless
AP Mode, Multi-SSID Mode,
Client Mode, Repeater Mode (WDS / Universal ),
Bridge Mode
Fungsi Wireless
WDS Bridge, WMM
Keamanan Wireless
SSID Enable/Disable MAC Address Filter 64/128/152-bit WEP Encryption WPA/WPA2/WPA-PSK/WPA2-PSK (AES/TKIP) Encryption
Fungsi Lanjutan
Up to 30 meters Passive PoE is supported
Kebutuhan Sistem
Microsoft Windows 98SE, NT, 2000, XP, Vista™ or Windows 7, MAC OS, NetWare, UNIX or Linux.
Lingkungan
Storage Temperature: -40~70 (-40~158)
Operating Humidity: 10%~90% non-condensing
Storage Humidity: 5%~90% non-condensing

E.    ROUTER
a.    Fungsi Router
Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

Pengertian Router adalah salah satu perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya. Router dengan skala besar menawarkan berbagai tingkat fungsionalitas tergantung pada tujuan bagaimana fungsi router dibuat. Menggunakan router yang tepat sangat penting dalam jaringan komputer, sehingga Anda harus memahami berbagai jenis router dan fungsi router yang mereka berikan.

Fungsi router pada umumnya adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Namun router berbeda dengan Switch, karena Switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer dan membentuk LAN (local area network). Sedangkan router digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.


·      Jenis-jenis atau macam-macam Router
1. Router Aplikasi
Pengertian Router aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem operasi, sehingga sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.

2. Router Hardware
Pengertian Router Hardware adalah sebuah hardware yang memiliki kemampuan seperti router, maka dengan hardware tersebut anda dapat membagi IP Address, Router hardware dapat digunakan untuk membagi jaringan internet pada suatu wilayah, misalnya dari router ini adalah access point, wilayah yang mendapat Ip Address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.

3. Router PC
Pengertian dan fungsi Router PC adalah sebuah komputer yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai router. Untuk membuat sebuah router PC tidak harus menggunakan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Komputer dengan prosesor pentium dua, hard drive 10 GB dan ram 64 serta telah tersedia LAN Card  sudah bisa digunakan sebagai router PC. Komputer yang dijadikan router ini harus diinstal dengan sistem operasi khusus untuk router. Sistem operasi yang populer untuk router PC saat ini adalah Mikrotik.

b.    Gambar

c.    Spesifikasi Router
1.   Linksys EA3Linksys 500 Dual-Band N750 Router with Gigabit and USB.
·         Fitur
§  Kecepatan Tinggi (hingga 300 + 450Mbps) untuk mentransfer CEPAT kecepatan nirkabel. Superior Kisaran Artikel Baru berbagai antena MIMO ditingkatkan.
§  Simultaneous dual-band untuk memaksimalkan throughput yang membantu menghindari gangguan Dan jaringan
§         Port Gigabit Ethernet untuk kecepatan hingga 10x lebih CEPAT.
§  Bahasa Dari standar Ethernet .Port USB untuk menghubungkan perangkat penyimpanan USB Dan printer

2.    Linksys EA2700 Dual-Band N600 Router with Gigabit.
·         Fitur
§  Kecepatan Tinggi (hingga 300 + 300Mbps) untuk mentransfer CEPAT kecepatan nirkabel.
§  Beragam Artikel Baru Array antena MIMO
§  Simultaneous dual-band untuk memaksimalkan throughput yang membantu menghindari gangguan Dan jaringan.
§  Port Gigabit Ethernet untuk kecepatan hingga 10x lebih CEPAT bahasa Dari standar Ethernet



No comments:

Post a Comment