Tugas
Remidial
A.
ANTENA
OMNI
a.
Fungsi
Antena Omni
Fungsi utama
antena wireless adalah memperluas area coverage, bukan untuk memperkuat sinyal,
fungsi penguat sinyal adalah pada radio atau access point, jadi antena wifi
hanya mempunyai kekuatan penguat pasif, kekuatan antena adalah pada pemfokusan
gelombang radio, dan semakin besar dBi dari antenna maka semakin luas atau jauh
area coverage yang bisa dijangkau. Umumnya kualitas dari antena dilihat dari
kualitas dari bahan pembuatnya, semakin bagus kualitas elemen yang ada di dalam
antenna, maka semakin jauh pula jangkauannya dan konon bahkan bisa mereduksi
dari noise atau interferensi yang timbul di sekitarnya. Makanya umumnya semakin
mahal harga antena wireless semakin jauh pula jangkauannya.
b.
Gambar
antena omni
c.
Spesifikasi
antena omni
·
Frequency
Range : 2.4GHz~2.5GHz
·
Impedance : 50
Ohms
·
Gain
:
15 dBi
·
VSWR
: 1.92 : 1 Max
·
Polarization : Linear, Vertical
·
Beamwidth
: (HPBW)
·
Horizontal : 360�
·
Vertical : 9�
·
Connector : N Female
·
Dimension : 1500mm
·
Radiation : Omni-directional
·
Application : Outdoor
·
Operating
Temperature : -40?~65?(-40?~149?)
·
Storage
Temperature : -40?~80?
(-40?~176?)
·
Operating
Humidity : 10%~90%
non-condensing
·
Storage
Humidity : 5%~90%
non-condensing
·
Safety,
Emission and others : CE, FCC,
Compliant with RoHS
d. Proses
pemasangan antena omni
1.
Siapkan
Antenna Omni Directional 2,4GHz 15dBi-OEM. Spesifikasi barang yang saya peroleh
adalah sebagai berikut : Radome material : Fiberglass, Radiator Material :
ABS.Zine.Casting, Frequency range : 2400-2500 MHz, gain 14,5 +/- 5 dBi,
Impedance 50 ohm, Power Handling 50w (cw), Connector N Female, VSWR : 1,8 : 1
max, weight 3 kg, Dimension H1860 x D40 mm
2.
Pasang
Pigtail, Mintalah kabel pigtail yang menggunakan "kabel teflon" Harga
rata-rata sekitar Rp. 80.000-an / 0.5 meter pigtail.
3.
Cari
Silicon Sealer
4.
Gunakan
Surge Arrester sebagai penangkal petir
5.
Siapkan
box untuk tempat Akses Point. Tempatkan box AP di bagian bawah antenna omni
6.
Siapkan
unit Wireless LAN AP Anda. Harganya pun berkisar antara Rp.450.000,- -
Rp.650.000,-.
7.
Pasang
POE (Power Over Ethernet) yang sudah Anda beli ke AP dan masukkan AP ke dalam
Box yang sudah Anda buat.
8.
Pasang
kabel UTP yang ujungnya telah terpasang connector RJ-45 ke terminal POE yang
ada di dalam box AP.
9.
Lapisi
tutup tupperware dengan silicon sealer lalu tutup box dengan rapat. Kalau perlu
ditambah dengan selotape. Sehingga kalau sampai terjadi ada layangan nyasar ke
antena, Box yang Anda buat tidak berantakan karena tertarik benang layangan.
10. Tegakkan tiang antena AP Anda.
Hati-hatilah, kesalahan fatal bisa berakibat kerusakan pada perangkat AP dan
Antenna Omni.
11. Rapikan kabel UTP yang terjulur,
periksa sekali lagi koneksi wifi. Kalau koneksi OK, tinggal merapikannya
B.
ANTENA
GRID
Antena grid
merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Perangkat keluaran TPLINK
ini berfungsi untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan
koneksi point to point, multi point, atu sebagai client dai RT/RW NET.
b. Macam-macam
antena grid
a.
Antena
Grid Hyperlink 24 dBi (HG2424G-NF)
Antena Grid 24 dBi ini didesain untuk Sistem Komunikasi
menggunakan Wireless LAN. Karakteristik antena ini antara lain : High Gain,
Jarak Jauh, dan F/B Ratio yang besar.
Antena ini
cocok dipergunakan untuk mengatasi kendala komunikasi dan mengirimkan transmisi
secara efektif. Terbuat dari Stainless Steel kualitas industri, dan dilapis
oleh bahan tahan karat.
Antena ini
sangat baik dipergunakan pada berbagai macam lingkungan, seperti di atas
gedung, di atas tower, di atas bukit. Setiap antena diuji secara ketat
mempergunakan network analysis instrument sebelum dikirimkan.
b. Spesifikasi
Grid
TPLink TL-ANT2424B 2.4-2.5GHz 24dB
a. Range frekwensi 2.4 - 2.5Ghz (support
Superchannel 2.5Ghz)
b.
Frequency
Range 2.4GHz ~ 2.5GHz
c.
Impedance
(Ω) 50
d.
Gain
24dBi
e.
VSWR
≤1.5
f.
Horizontal
Beamwidth 14°
g.
Vertical
Beamwidth 10°
h.
F/B
Ratio >30dB
i.
Polarization
Vertical or Horizontal
j.
Maximum
Input Power 100W
k.
Connector
N Female
l.
Application
Outdoor
m.
Mount
Style Pole Mount / Wall Mount
n.
Antenna
Dimension 600×1000 mm
o.
Weight
3.5 +/-0.15 KG
p.
Mounting
Mast Diameter Ø30~Ø50 mm
q.
Rated
Wind Velocity 216 Km/h
-
Antena Grid Kenbotong TDJ-2325 2.4Ghz
24dB (Support Superchannel)
Antena grid
ini support SuperChannel (2.3 s/d 2.5GHz) jika dipasangkan dengan AP yang
suport SuperChannel.
Connect this Kenbotong Grid Antenna
2.4 GHz 24 dBi to any of your Indoor or Outdoor Wireless Access Points. This
2.4Ghz Grid Antenna works great for connecting two locations wirelessly,
sharing data, or using a VoIP wireless link. With the appropriate coax cable
you will be able to connect this 2.4GHz antenna to any Minitar, Linksys, Cisco,
D-Link, Senao, Zcom or other Wireless Access Point for increased signal
strength
c. Spesifikasi
Teknis
Gain: 24dBi,
Frequency range: 2300~2500MHz, Polarization: Linear, VSWR: <2, Front back
ratio: >30dB, 3dB beamwidth: E-plan 9, H-plan 11, Connector: N-Female,
Weight: 5Kg.
- Antena
Grid RMI 2.4GHz 24 dBi (rakitan lokal lisensi Korea) June 30th, 2008 admin
Antena Grid rakitan lokal (lisensi RMI Korea) yang handal
dan ekonomis untuk kebutuhan koneksi wifi Anda. Support berbagai tipe access
point 2.4GHz seperti JAHT, Minitar, Linksys, Cisco, D-Link, Senao, Zcom dan
lainnya.
d. Spesifikasi
Teknis
1.
Gain:
25 dBi
2.
Type:
Grid
3.
Polarization:
Linear
4.
Beamwidth
Degree: Horizontal: 10, Vertical: 13
5.
VSWR:
<=1.3
6.
Frequency:
2400-2485 MHz
7.
Connector:
N-female
8.
Size
Width: 530mm
9.
Length:
740 mm
10. Weight: 2500 g
11. Mount: Mounting hardware fits 35-50 mm
mast tubes
12. Material: Reflector-11mm aluminium
a.
Fungsi
antena grid
Fungsinya adalah dimana antenna ini
adalah menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4
Mhz.Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
b.
Gambar
c.
Spesifikasi
·
Gain:
25 dBi
·
Type:
Grid
·
Polarization:
Linear
·
Beamwidth
Degree: Horizontal: 10, Vertical: 13
·
VSWR:
<=1.3
·
Frequency:
2400-2485 MHz
·
Connector:
N-female
·
Size
Width: 530mm
·
Length:
740 mm
·
Weight:
2500 g
·
Mount:
Mounting hardware fits 35-50 mm mast tubes
·
Material:
Reflector-11mm aluminium
d.
Proses
Pemasangan
a. Peralatan
i.
Kompas
dan peta topografi
ii.
Penggaris
dan busur derajat
iii.
Pensil,
penghapus, alat tulis
iv.
GPS,
altimeter, klinometer
v.
Kaca
pantul dan teropong
vi.
Radio
komunikasi (HT)
vii.
Orinoco
PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
viii.
Multimeter,
SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
ix.
Peralatan
panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
x. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris,
tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
xi. Kabel power roll, kabel UTP straight
dan cross, crimping tools, konektor RJ45
xii. Software AP Manager, Orinoco Client,
driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME,
Linux, FreeBSD + utilitynya)
b. Survey
Lokasi
1.
Tentukan
koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan
kompas pada peta
2.
Perhatikan
dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.
Hitung
SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.
Perhatikan
posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot
dan test noise serta interferensi
5.
Tentukan
posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada
kesulitan dalam instalasi
6.
Rencanakan
sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
c. Pemasangan
Konektor
1.
Kuliti
kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8
9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.
Jangan
sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada
permukaan kabel
3.
Pasang
konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.
Solder
pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.
Perhatikan
urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak
mudah bergeser
6.
Tutup
permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan
interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.
Lapisi
konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor
dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik
instalasi rumah)
8.
Terakhir,
tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.
Untuk
perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa
tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang
dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung
pengganti isolator karet
d. Pembuatan
POE
1.
Power
over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat
Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi
kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.
POE
menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi +
(positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel
pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.
Perhatikan
bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara
mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil
dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar
setiap titik sambungan terlindung dari short
4.
Sebelum
digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
e. Instalasi
Antena
1.
Pasang
pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati
terhadap obstructure terdekat
2.
Perhatikan
stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat
dan anker cows tail
3.
Cek
semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.
Pasang
antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai
tempat kedudukan BTS di peta
5.
Pasang
kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan
konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.
Perhatikan
dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial
menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas
jatuh ke bawah
f. Instalasi
Perangkat Radio
1.
Instal
PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan
pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.
Instalasi
pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility
kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru
deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.
Instalasi
pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih
baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg
dll.) yang tidak diperlukan
4.
Semua
prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk
instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.
Apabila
terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi
lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.
Pada
instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet
dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.
Kemudian
uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad
Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena
helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.
Pastikan
bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
g. Pengujian
Noise
1.
Bila
semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai
lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.
Tanpa
antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain
disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan
lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial
menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk
berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.
Perhatikan
berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio
(biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm
maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah
signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.
Perhitungan
standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 %
excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi
noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40
% poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.
Koneksi
poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari
persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari
utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent
dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.
Perhitungan
yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita,
pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk
mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.
Pertimbangkan
alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi,
misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke
BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
c. Perakitan
Antena
1.
Antena
microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri
dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun
omni directional
2.
Rakit
antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.
Kencangkan
semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.
Perhatikan
bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat
perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn
(driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya
perubahan gain (db) antena
6.
Beberapa
tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak
fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan.
a. Pointing
Antena
1.
Secara
umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.
Arahkan
antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik
tengah arah (center beam)
3.
Geser
antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per
satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam
width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db,
biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri
maupun kanan center beam adalah 6 derajat.
4.
Beri
tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik
dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang
harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.
Karena
kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis
untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER)
maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b
yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.
Selanjutnya
bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai
sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan
bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.
Ketika
arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila
diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke
vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi,
syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di
kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi
antena juga harus dibalik menjadi vertical)
b. Pengujian
Koneksi Radio
1.
Lakukan
pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena
dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.
Sesuaikan
channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian
juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus
didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.
Bila
menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah
terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.
Perhatikan
bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja
berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan
berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga
tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.
Tabel
routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk
Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device
yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet
dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility
yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.
Lakukan
continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.
Bila
telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise)
maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP
client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada
kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up
load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan
per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.
Selanjutnya
gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara
simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan
maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120
session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.
Atau
dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12
concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput
bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah
dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang
dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati
sekitar 100 ms masih dianggap wajar
C. ANTENA SEKTORAL
a. Fungsi
antena Sektoral
Antena
Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk
Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna
sectoral dibuat tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.
Antena
sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi dibanding omnidirectional antena di
sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8 km. Sudut pancaran
antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya harus
diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Fungsinya sama
seperti antena grid yaitu memfokuskan ke satu titik.antena ini hanya di gunakan
untuk jarak yang dekat dan tidak untuk jarak yang jauh,karena
frequency nya kecil.
b.
Gambar
c.
Spesifikasi
Sectoral Hyperlink / L-Com HG2420P-120
2.4Ghz 20dBi 120″
·
Electrical
Specification
·
Frequency
2400-2500 MHz
·
Gain
20 dBi
·
Horizontal
Beam Width 120*Â degrees
·
Vertical
Beam Width 5*
·
Degrees
Impedance 50 Ohm
·
Max.
Input Power 250 Watts
·
VSWR
< 1.3:1 avg.
·
Connector N Female
·
Weight
12 lbs. (5.44 Kg)
·
Dimensions
39 x 9 x 2.5 inches (99 x 22.9 x 6.4 cm)
·
Radome
Material UV-Inhibited Polymer
·
Reflector
Material Aluminum
·
Operating
Temperature -40° C to 85° C (-40° F to 185° F)
·
Mounting 2 inch (5 cm) O.D. pipe max.
·
Polarization
Vertical Downtilt (mech) 0 to 20 degrees (adjustable)
·
RoHS
Compliant Yes
D.
ACCES
POINT
a.
Fungsi
Acces Point
Pengertian
Access Point dan Fungsi Secara Lengkap - Hai sobat pelajar, pada kesempatan
kali ini kita akan membahas seputar access point yang sering-sering ini kita
dengar. Dalam artikel saya kali ini saya akan menuliskan pengertian dan fungsi
dari istilah access point yang sedang kamu cari.
·
Pengertian
Access Point
1.
Access
Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan
antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote.
2.
Access
point adalah adalah perangkat, seperti router nirkabel / wireless, yang
memungkinkan perangkat nirkabel untuk terhubung ke jaringan.
3.
Access
Point dalam jaringan computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless
Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan
antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi,
Bluetooth atau standar terkait.
4.
Access
Point adalah perangkat yang digunakan untuk membuat koneksi wireless pada
sebuah jaringan.
·
Fungsi
Access Point
1.
Mengatur
supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server
2.
Mencoba
fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected
Access(WPA)
3.
Mengatur
akses berdasarkan MAC Address device pengakses
4.
Sebagai
Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan
wireless/nirkabel.
b. Gambar
c. Spesifikasi
|
Tampilan
|
1 10/100Mbps
Auto-Sensing RJ45 Port(Auto MDI/MDIX, Passive PoE)
|
|
Tombol WPS Button
|
WPS Button
Reset Button
Power On/Off Button
|
|
Catu Daya Eksternal
|
9VDC / 0.6A
|
|
Standar Nirkabel
(Wireless)
|
IEEE 802.11b, IEEE
802.11g, IEEE 802.11n
|
|
Dimensi ( W x D x H )
|
7.1 ×4.9× 1.4 in. (181
×125 ×36mm)
|
|
Tipe Antena
|
5 dBi Detachable Omni
Directional Antenna (RP-SMA)
|
|
Frekuensi
|
2.4-2.4835GHz
|
|
Tingkat
Signal
|
11n: Up to
150Mbps(dynamic)
11g: Up to
54Mbps(dynamic)
11b: Up
to 11Mbps(dynamic)
|
|
EIRP
|
<20dBm (EIRP)
|
|
Penerimaan
Sensitivitas
|
130M: -68dBm@10% PER
54M: -68dBm@10% PER
11M: -85dBm@8% PER
6M: -88dBm@10% PER
1M:
-90dBm@8% PER
|
|
Modus
Wireless
|
AP Mode, Multi-SSID Mode,
Client Mode, Repeater Mode (WDS /
Universal ),
Bridge Mode
|
|
Fungsi Wireless
|
WDS Bridge, WMM
|
|
Keamanan
Wireless
|
SSID
Enable/Disable MAC Address Filter 64/128/152-bit WEP Encryption
WPA/WPA2/WPA-PSK/WPA2-PSK (AES/TKIP) Encryption
|
|
Fungsi Lanjutan
|
Up to 30 meters
Passive PoE is supported
|
|
Kebutuhan
Sistem
|
Microsoft
Windows 98SE, NT, 2000, XP, Vista™ or Windows 7, MAC OS, NetWare, UNIX or
Linux.
|
|
Lingkungan
|
Storage
Temperature: -40℃~70℃ (-40℉~158℉)
Operating
Humidity: 10%~90% non-condensing
Storage
Humidity: 5%~90% non-condensing
|
E. ROUTER
a. Fungsi
Router
Router
berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan
data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch.
Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area
Network (LAN). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch
merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan.
Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan
tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana
masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Pengertian
Router adalah salah satu perangkat keras jaringan komputer yang
digunakan untuk membagi protocol kepada anggota jaringan yang lainnya. Router
dengan skala besar menawarkan berbagai tingkat fungsionalitas tergantung pada
tujuan bagaimana fungsi router dibuat. Menggunakan router yang tepat sangat
penting dalam jaringan komputer, sehingga Anda harus memahami berbagai jenis
router dan fungsi router yang mereka berikan.
Fungsi router
pada umumnya adalah sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk
meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Namun router berbeda
dengan Switch, karena Switch hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa
komputer dan membentuk LAN (local area network). Sedangkan router digunakan
untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.
·
Jenis-jenis atau macam-macam Router
1. Router Aplikasi
Pengertian Router
aplikasi adalah aplikasi yang dapat kita instal pada sistem operasi, sehingga
sistem operasi tersebut akan memiliki kemampuan seperti router, contoh aplikasi
ini adalah Winroute, WinGate, SpyGate, WinProxy dan lain-lain.
2. Router Hardware
Pengertian Router
Hardware adalah sebuah hardware yang memiliki kemampuan seperti router, maka
dengan hardware tersebut anda dapat membagi IP Address, Router hardware dapat
digunakan untuk membagi jaringan internet pada suatu wilayah, misalnya dari
router ini adalah access point, wilayah yang mendapat Ip Address dan koneksi
internet disebut Hot Spot Area.
3.
Router PC
Pengertian dan
fungsi Router PC adalah sebuah komputer yang dimodifikasi sedemikian rupa
sehingga dapat digunakan sebagai router. Untuk membuat sebuah router PC tidak
harus menggunakan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Komputer dengan
prosesor pentium dua, hard drive 10 GB dan ram 64 serta telah tersedia LAN Card
sudah bisa digunakan sebagai router PC. Komputer yang dijadikan router
ini harus diinstal dengan sistem operasi khusus untuk router. Sistem operasi
yang populer untuk router PC saat ini adalah Mikrotik.
b. Gambar
c. Spesifikasi
Router
1.
Linksys EA3Linksys 500
Dual-Band N750 Router with Gigabit and USB.
·
Fitur
§
Kecepatan
Tinggi (hingga 300 + 450Mbps) untuk mentransfer CEPAT kecepatan nirkabel.
Superior Kisaran Artikel Baru berbagai antena MIMO ditingkatkan.
§
Simultaneous
dual-band untuk memaksimalkan throughput yang membantu menghindari gangguan Dan
jaringan
§ Port
Gigabit Ethernet untuk kecepatan hingga 10x lebih CEPAT.
§
Bahasa
Dari standar Ethernet .Port USB untuk menghubungkan perangkat penyimpanan USB
Dan printer
2.
Linksys EA2700
Dual-Band N600 Router with Gigabit.
·
Fitur
§
Kecepatan
Tinggi (hingga 300 + 300Mbps) untuk mentransfer CEPAT kecepatan nirkabel.
§
Beragam
Artikel Baru Array antena MIMO
§
Simultaneous
dual-band untuk memaksimalkan throughput yang membantu menghindari gangguan Dan
jaringan.
§
Port
Gigabit Ethernet untuk kecepatan hingga 10x lebih CEPAT bahasa Dari standar
Ethernet





No comments:
Post a Comment