Pengertian
PING
Ping (singkatan dari Packet
Internet Groper) adalah sebuah program
utilitas yang digunakan untuk
memeriksa konektivitas jaringan berbasis
teknologi Transmission Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).
Dengan menggunakan utilitas ini,
dapat diuji apakah sebuah komputer
terhubung dengan komputer
lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara
mengirim sebuah paket kepada
alamat IP yang hendak diujicoba
konektivitasnya dan menunggu
respons darinya. Nama "ping" datang dari
sonar sebuah kapal selam yang
sedang aktif, yang sering mengeluarkan
bunyi ping ketika menemukan
sebuah objek.
Apabila utilitas ping menunjukkan
hasil yang positif maka kedua
komputer tersebut saling
terhubung di dalam sebuah jaringan. Hasil
statistik keadaan koneksi
ditampilkan dibagian akhir. Kualitas koneksi
dapat dilihat dari besarnya waktu
pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya
jumlah paket yang hilang (packet
loss). Semakin kecil kedua angka
tersebut, semakin bagus kualitas
koneksinya. (id.wikipedia.org)
Pada contoh ini, seorang user di
COMP A melakukan ping ke alamat IP
OOMP C. Mari kita cermati langkah
demi langkah perjalanan datanya:
Sebagai contoh, ada 2 host yang
berbeda network seperti gambar dibawah:
COMP B -------------------- LAB A
------------------------ COMP C
(192.168.1.1)
(192.168.1.2) (192.168.1.3)
1. Internet Control Message
Protocol (ICMP) menciptakan sebuah payload
(data) pemintaan echo (di mana
isinya hanya abjad di field data).
2. ICMP menyerahkan payload
tersebut ke Internet Protocol (IP), yang
lalu menciptakansebuah paket.
Paling sedikit, paket ini berisi sebuah
alamat asal IP, sebuah alamat
tujuan IP, dan sebuah field protocol
dengan nilai 01h (ingat bahwa
Cisco suka menggunakan 0x di depan
karakter heksadesimal , jadi di
router mungkin terlihat seperti 0x01).
Semua itu memberitahukan kepada
host penerima tentang kepada siapa host
penerima harus menyerahkan
payload ketika network tujuan telah dicapai
– pada contoh ini host
menyerahkan payload kepada protocol ICMP.
3. Setelah paket dibuat, IP akan
menentukan apakah alamat IP tujuan ada di
network local atau network
remote.
4. Karena IP menentukan bahwa ini
adalah permintaan untuk network
remote, maka paket perlu
dikirimkan ke default gateway agar paket dapat
di route ke network remote.
Registry di Windows dibaca untuk mencari
default gateway yang telah di
konfigurasi.
5. Default gateway dari host
192.168.1.2 (COMP B) dikonfigurasi ke
192.168.1.3. Untuk dapat
mengirimkan paket ini ke default gateway,
harus diketahui dulu alamat
hardware dari interface Ethernet 1 dari
router (yang dikonfigurasi dengan
alamat IP 192.168.1.1 tersebut)
Mengapa demikian? Agar paket
dapat diserahkan ke layer data link,lalu
dienkapsulasi menjadi frame, dan
dikirimkan ke interface router yang
terhubung ke network 192.168.0.0.
Host berkomunikasi hanya dengan
alamat hardware pada LAN local.
Penting untuk memahami bahwa Host A,
agar dapat berkomunikasi dengan
Host B, harus mengirimkan paket ke
alamat MAC (alamat hardware) dari
default gateway di network local.
6. Setelah itu, cache ARP dicek
untuk melihat apakah alamat IP dari
default gateway sudah pernah di
resolved (diterjemahkan) ke sebuah
alamat hardware:
Jika sudah, paket akan diserahkan
ke layer data link untuk dijadikan
frame (alamat hardaware dari host
tujuan diserahkan bersama tersebut).
Jika alamat hardware tidak
tersedia di cache ARP dari host, sebuah
broadcast ARP akan dikirimkan ke
network local untuk mencari alamat
hardware dari 192.168.1.1. Router
melakukan respon pada permintaan
tersebut dan menyerahkan alamat
hardware dari Ethernet 1, dan COMP akan
menyimpan (cache) alamat ini.
Router juga akan melakukan cache alamat
hardware dari COMP B di cache ARP
nya.
7. Setelah paket dan alamat
hardware tujuan diserahkan ke layer data
link, maka driver LAN akan
digunakan untuk menyediakan akses media
melalui jenis LAN yang digunakan
(pada contoh ini adalah Ethernet).
Sebuah frame dibuat,
dienkapsulasi dengan informasi pengendali. Di
dalam frame ini alamat hardware
dari host asal dan tujuan, dalam kasus
ini juga ditambah dengan field
EtherType yang menggambarkan protocol
layer network apa yang
menyerahkan paket tersebut ke layer data link-
dalam kasus ini, protocol itu
adalah IP. Pada akhir dari frame itu
terdapat sebuah field bernama
Frame Check Sequence (FCS) yang menjadi
tempat penyimpanan dari hasil
perhitungan Cyclic Redundancy Check (CRC).
8. Setelah frame selesai dibuat,
frame tersebut diserahkan ke layer
Physical untuk ditempatkan di
media fisik ( pada contoh ini adalah
kabel twisted-pair )dalam bentuk
bit-bit, yang dikirim saru per satu.
9. Semua alat di collision domain
menerima bit-bit ini dan membuat
frame dari bit-bit ini. Mereka
masing-masing melakukan CRC dan mengecek
jawaban di field FCS. Jika
jawabannya tidak cocok, frame akan dibuang.
* Jika CRC cocok, maka alamat
hardware tujuan akan di cek untuk melihat
apakah alamat tersebut cocok juga
(pada contoh ini, dicek apakah cocok
dengan interface Ethernet 0 dari
router).
* Jika alamat hardware cocok,
maka field Ether-Type dicek untuk mencari protocol yang digunakan di layer
Network.
1. Paket ditarik dari frame, dan
apa yang tertinggal di frame akan
dibuang. Paket lalu diserahkan ke
protocol yang tercatat di field
Ether-Type—pada contoh ini adalah
IP.
2. IP menerima paket dan mengecek
alamat tujuan IP. Karena alamat
tujuan dari paket tidak sesuai
dengan semua alamat yang dikonfigurasi
di router penerima itu sendiri,
maka router penerima akan melihat pada
alamat IP network tujuan di
routing tablenya.
3. Routing table harus memiliki
sebuah entri di network 192.168.10.0,
jika tidak paket akan dibuang
dengan segera dan sebuah pesan ICMP akan
dikirimkan kembali ke alamat
pengirim dengan sebuah pesan “destination
network unreachable” (network
tujuan tidak tercapai)
4. Jika router menemukan sebuah
entri untuk network tujuan di tabelnya,
paket akan dialihkan ke interface
keluar (exit interface)—pada contoh,
interface keluar ini adalah
interface Ethernet 1.
5. Router akan melakuakan
pengalihan paket ke buffer Ethernet 1.
6. Buffer Ethernet 1 perlu
mengetahui alamat hardware dari host tujuan dan
pertama kali ia akan mengecek
cache ARP-nya.
* Jika alamat hardware dari Host
B sudah ditemukan, paket dan alamat
hardware tersebut akan diserahkan
ke layer data link untuk dibuat
menjadi frame.
* Jika alamat hardware tidak
pernah diterjemahkan atau di resolved oleh
ARP (sehingga tidak dicatat di
cache ARP), router akan mengirimkan
sebuah permintaan ARP keluar dari
interface E1 untuk alamat hardware
192.168.1.3.
COMP C melakukan respon dengan
alamat hardwarenya, dan paket beserta
alamat hardware tujuan akan
dikirimkan ke layer data link untuk
dijadikan frame.
1. Layer data link membuat sebuah
frame dengan alamat hardware tujuan
dan asal , field Ether-Type, dan
field FCS di akhir dari frame. Frame
diserahkan ke layer Physical
untuk dikirimkan keluar pada medium fisik
dalam bentuk bit yang dikirimkan
satu per satu.
2. COMP C menerima frame dan
segera melakuakan CRC. Jika hasil CRC
sesuai dengan apa yang ada di
field FCS, maka alamat hardware tujuan
akan dicek. Jika alamat host juga
cocok, field Ether-Type akan di cek
untuk menentukan protocol yang
akan diserahi paket tersebut di layer
Network—Pada contoh ini, protocol
tersebut adalah IP.
pengertian PING sering kan make
ping?
Ping (singkatan dari Packet
Internet Groper) adalah sebuah program
utilitas yang digunakan untuk
memeriksa konektivitas jaringan berbasis
teknologi Transmission Control
Protocol/Internet Protocol (TCP/IP).
pengertian ping sendiri bisa di
baca di ping wiki
Fungsi dari Ping adalah untuk
melihat apakah ada hubungan antara komputer yang satu dengan yang lainnya
dengan cara mengirimkan sejumlah packet data
Ping mengirimkan IP datagram ke
suatu host dan mengukur waktu
round trip dan menerima respon.
Ping menggunakan pesan ICMP echo
dan echo reply.
Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes
of data
Reply from 192.168.1.1:
bytes=32time<1ms TTL=128 Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms
TTL=128 Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=128 Ping statistics
for 192.168.1.1: Packets: Sent = 3, Received = 3, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 0ms, Maximum = 0ms,
Average = 0ms artinya ping ke localhost(pc kita sendiri) dengan 32 bytes data
tanpa ada paket data yang hilang (dikirim 3 diterima juga 3) ukuran 32bytes
adalah ukuran buffer di windows secara default fungsi buffer sendiri untuk
melihat waktu yg dibutuhkan ketika paket ping dikirim dgn ukuran yg berbeda
coba bandingkan ping -t -l 500 yahoo.com dengan ping -t -l 1 yahoo.com ada
perbedaan waktu dalam mengirim paket Reply from 192.168.1.1: bytes=32
time<1ms TTL=128 apa itu TTL? TTL=time to live = angka maximum dari pc
ketika mereply paket ICMP disebut juga latency/delay secara default TTL windows
adalah 128 kita bisa merubah nya melalui registry windows kenapa TTL di batasi?
itu untuk mencegah adanya circular routing pada suatu jaringan Setiap kali PING
packet melalui sebuah ip address maka nilai TTL nya akan dikurangi satu.
Sehingga jika TTL mencapai nilai nol, PING packet akan didiscard/didrop dan hasil
PING menunjukkan: TTL expired in transit Kualitas koneksi dapat dilihat dari
besarnya waktu pergi-pulang (roundtrip) dan besarnya jumlah paket yang hilang
(packet loss). Semakin kecil kedua angka tersebut, semakin bagus kualitas
koneksinya. untuk mengetahui IP itu bekerja atau tidaknya kita bisa melihat
lewat RUN untuk melihat perintah yg bisa digunakan bisa ketik ping 192.168.1.1
No comments:
Post a Comment